“Masih aja cemberut.” Yuda mendengkus. Jelas lah, dia tadi kesal sekali apalagi saat tadi dia dan Rana sudah berpamitan kepada Brian, laki-laki itu malah menghentikan langkah Rana kemudian mengabaikan keberadaan Yuda, Brian malah meminta kepada Rana untuk memeluknya. Katanya sebagai pelukan terakhir kali dan setelah ini dia akan benar-benar melepaskan Rana. Rana yang memang sudah biasa saja kepada Brian. Tidak ada lagi perasaan yang berbunga dan merasa sangat bahgaia setiap di dekat Brian, akhirnya tidak masalah toh itu pelukan saja kan bukan meminta untuk balikkan, begitu yang Rana pikirkan tadi. Tetapi suaminya ini sampai sekarang pun saat mereka sudah di rumah wajahnya di tekuk, belum lagi bibirnya yang manyun sudah seperti anak kecil yang tidak di belikan permen oleh orang tuanya

