Dien sudah sampai lebih dulu di rumahnya tapi ia terkejut ketika melihat rumahnya yang dia duga pasti sudah dijarah. "Pak..." Dien memanggil gurunya. Pak Solihin mengerti Dien pasti sangat takut untuk itu ia menemani Dien masuk ke dalam rumahnya tapi saat ia masuk ke dalam rumah ia berteriak kencang kala di mana ia melihat Lili dengan kepala yang nyaris putus dari tubuhnya dan darah yang berlumuran di mana-mana. Kakinya bergetar hingga tak mampu membuatnya bisa berdiri kembali. "Liliiiiii....." Tangisannya semakin kencang. Perasaan hancur, sakit, takut, bercampur menjadi satu. "Astagfirullah..." Pak Solihin hanya bisa berucap istighfar saja. Ia mengutuk orang-orang yang dengan teganya telah menewaskan anggota keluarga Dien. "Mellaaaaa!!! Liliiiii!!!!" Dien m

