BAB - 9

4092 Kata

"Ak---aku nggak pernah bawa laki-laki ke rumah. Lagian kenapa juga Mamah harus percaya sama mulutnya Dien. Anak ini suka boong Mah," ujar Mella mencoba menutupi kenyataan yang sebenarnya. Dien menggelengkan kepalanya. "Nggak, Mah! Nggak! Dien bicara jujur." "Oya?" sela Mella, mudah baginya untuk membuat Dien terpojokkan. "Kamu bilang aku suka bawa laki-laki ke rumah? Kamu bicara seakan-akan aku ini suka melakukan hal tidak benar di belakang mamah? Lalu kamu gimana Dien? Kamu jelas-jelas masih bergaul sama Roma sedangkan mamah sudah melarangnya. Semenjak kamu bergaul sama Roma, kamu jadi liar tau nggak. Pulang suka terlambat. Pulang sekolah bukannya langsung pulang malah keluyuran ke mana-mana. Kamu pasti diajak nggak bener sama Roma, iya, kan? Ngaku kamu!" tuduh Mella bermacam-macam. Mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN