Roma Hidup saya itu dipenuhi dengan perjuangan. Perjuangan untuk mendapatkan hidup yang lebih layak dan saya tidak mau hidup dalam kemiskinan. Susah payah saya menjadi seorang CEO. Meyakinkan semua orang bila memang saya ini mampu. Mampu menjadi orang yang sukses. Saya mampu meyakinkan investor-investor untuk mempercayakan saham mereka di perusahaan saya. Dulu, memang Dien selalu menemani saya dari nol. Dari saya tidak punya apa-apa. Kini, ketika kehidupan rumah tangga kami kedatangan anggota baru. Anak yang Dien lahirkan, saya pikir akan menjadi penyempurna dalam hidupnya tapi nyatanya tidak! ZONK! Dien lebih memedulikan anak itu dari pada saya. Lebih mengurusi anak cacat itu dari pada saya. Bila semua orang tahu, saya punya anak yang cacat, mau ditaruh di mana muka saya? Apa harus saya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


