Sweet 7

1370 Kata
Douglas menegang mendengar Jawaban Emma yang menyetujui tantangan yang dia ajukan tadi, dia tak menyangka bahwa gadis itu akan mengiyakan permintaannya. Dia hanya mencoba membuat gadis itu mundur dan merasa takut. Tapi gadis itu malah membuatnya gila, menyentuh dirinya sendiri dengan penuh nafsu. Douglas menjilati bibirnya saat melihat kewanitaan Emma yang basah. Dia bisa mencium aroma gairh gadis itu dari tempat duduknya. Suara erangan dan desahan Emma semakin membuat tubuhnya gemetar. Dengan marah Douglas bangkit dan berjalan ke arah Emma yang berbaring telanjang. Emma yang menyadari Douglas mendekatinya, segera bangkit duduk dan melebarkan kedua kakinya, tangannya kembali terulur membelai kewanitaannya. Douglas yang melihat aksi Emma tersebut mengepalkan kedua tangannya erat. Dan segera menyambar selimut dan melemparkannya keatas tubuh Emma. Emma terkejut. “Apa..apa-apaan kau” “Aku menarik ucapanku, aku tak berminat bermain dengan gadis kecil tak berpengalaman sepertimu” ucap Douglas mencoba menahan gairhnya. Emma terkejut bukan main, dia menatap tak percaya pada Douglas. Dia mencoba menahan air matanya agar tak mengalir turun. Ini kedua kalinya dia merasa terhina oleh sikap Douglas. Dilihatnya pria itu dengan sorot mata terluka “Kau bjingan arogan!. Setelah kau puas melihatku mempermalukan diriku, sekarang, dengan seenaknya kau bilang tak berminat padaku!” bisiknya dengan suara bergetar. Douglas mengepalkan tangannya, dia memang pantas dipanggil bjingan. Douglas melangkah mundur dan berjalan menuju pintu. Secepat itu juga Emma berlari kehadapan Douglas dengan tubuh telanjang. Dia berdiri menghalangi Douglas yang hendak membuka pintu. “Apakah kau berpikir akan meninggalkanku lagi seperti kemarin, lalu besok kau akan merayuku lagi seperti tadi?” desis Emma “Setahuku Ms. McGrath, kau yang merayuku dengan berpura-pura tidur di ruang kerjaku. Dengan gaun tidur tipismu tanpa memakai pakaian dalam” jawab Douglas tenang. “Aku hanya mengambil apa yang kau tawarkan, tapi setelah kupikir-pikir lagi, aku tak tertarik. Kau terlalu amatir!” Ucapnya dengan dingin. “Dan aku menawarimu tubuhku, Sekarang!” bentak Emma Douglas mencengkram erat rambut Emma. “Dengarkan aku baik-baik Ms. McGrath, aku tak menerima perintah apapun dari Orang lain. Dan aku tak berminat dengan tawaranmu” “Pembohong!.” desis Emma seraya tangannya terulur menggenggam kjantanan Douglas. Entah muncul darimana keberaniannya untuk memegang milik pria itu. Douglas menegang, tubuhnya kaku. “Hentikan Ms. McGrath ” kata Douglas memegang tangan Emma yang sedang membelai kjantanannya. Emma merasa tertantang untuk menaklukan pria tampan nan arogan ini! Emma berlutut dan membuka celana panjang yang Douglas kenakan dan mengeluarkan kjantanan Douglas yang sudah menegang sempurna dari boxernya. Emma merasa takjub melihat ukuran milik Douglas. Dia menelan Ludah membayangkan benda besar ini ada didalam mulut dan juga liang kewanitaannya. Dengan cepat Emma memasukan milik Douglas kedalam mulutnya, batang itu hanya masuk setengahnya saja, lalu Emma menggenggam bagian yang tidak masuk dan mulai mengoralnya. Douglas mencoba menarik kjantanannya dari mulut Emma, tubuhnya meremang saat gigi gadis itu menggesek kulit kjantanannya. Dia mengerang terengah, gadis ini terlihat kikuk untuk seseorang yang sudah sering bercinta. Pria yang menjadi kekasihnya pastilah pria bodoh yang tidak tahu apa-apa soal seks, sehingga gadis ini masih perlu diajari bagaimana caranya memuaskan pria. Emma melihat wajah Douglas yang meringis. Setidaknya pria itu mulai terangsang. Emma menghisap kepala kjantanan Douglas membuat pria itu mendesis. “Persetan dengan semuanya!.” desis Douglas, meraih tubuh Emma dan menurunkannya ditengah ranjang. Douglas melucuti semua pakaiannya. Meraih kedua tangan Emma dan menahannya diatas kepala gadis itu. “Kau akan segera tahu apa yang sudah kau mulai. Jangan pernah memancing seorang Blackwood” desis nya. Douglas meremas salah satu payudra Emma dan mengulum salah satu putingnya, membuat Emma merengek dan mendesah. Douglas terus menc*mbunya, membuat Emma terisak, dia merasa tak kuasa menahan gairhnya, dia ingin Douglas memberinya lebih dari itu. Emma memohon tapi tak dihiraukan Douglas, jemari Douglas bergerilya mencari titik-titik sensitif di tubuh Emma, jemarinya menarik-narik lembut bulu pubis Emma membuat gadis itu menggelinjang. Jemari Douglas kembali menyusuri tubuh Emma dan membelai kewanitaan Emma yang sudah sangat basah, menyelipkan satu jemarinya, menyentuh k******s gadis itu. Emma terus bergerak liar.+ Douglas mengerang saat dia melihat Emma terengah dengan mulut terbuka ketika Douglas memasukan satu jarinya ke liang milik Emma. Douglas terus memancing gairh gadis itu, dia tak henti-hentinya memandang wajah penuh gairh tersebut. Emma berteriak nyaring saat dia mencapai puncak kenikmatannya dengan dua jari Douglas yang terus mengaduk-aduk liang miliknya. Tangannya mencengkram erat seprai dan menariknya hingga lepas. Douglas mencium bibir Emma yang di balas oleh Emma dengan penuh nafsu. Douglas menarik kepalanya, dipandanginya wajah Emma. Dibelainya bibir tipis itu dengan ibu jarinya. “Tidurlah baby girl, kau sudah mendapat yang kau mau” kata Douglas lirih “Tidak! Aku.. Bukan ini yang aku inginkan, aku ingin bercinta denganmu, Douglas” kata Emma tajam6 “Aku tidak bisa ” jawab Douglas “Kenapa, apa karena aku putri temanmu? Usiaku sudah 18 tahun kalau kau lupa, aku berhak memilih dengan siapa aku tidur” kata Emma. “Ada alasan lain ” kata Douglas yang bangkit duduk ditepi ranjang. “Apa, beritahu aku” tanya Emma yang menopang tubuhnya dengan kedua sikunya. Douglas melirik kearah gadis itu “kau tak perlu tahu” desisnya Emma bangkit duduk. “Kau bohong kalau begitu!” kata Emma penuh amarah “Aku akan membiarkanmu beristirahat ” kata Douglas seraya bangkit dan mulai berpakaian. Emma menarik kemeja Douglas hingga semua kancingnya terlepas, dia menatap tajam kearah pria itu. Douglas menatap Emma geram yang dibalas Emma dengan sama geramnya. “Ada apa sebenarnya denganmu, apakah kau sebegitu frustasinya hingga mengemis seks pada seorang pria?” tanya Douglas Emma terdiam, dirinya pun merasa bingung akan hal itu, mengapa hanya demi membalas semua sakit hatinya dia bersikap seperti jalang sialan pada pria ini. Tapi ada satu hal yang Emma sadari, pria ini membangkitkan sesuatu pada dirinya yang entah apa namanya. “Aku menginginkanmu, Douglas” kalimat itu tercetus begitu saja dari mulut Emma. Douglas memejamkan matanya, Berusaha meredam sesuatu yang menggeliat bangkit dalam dirinya. Tuhan tahu dia juga menginginkan gadis kecil dihadapannya ini. Tapi dia tidak bisa, dia tidak ingin menyakiti gadis ini dan membuatnya lari ketakutan “Aku tahu kau juga menginginkanku” lanjut Emma seraya melirik ke arah kjantanan pria itu. Tangannya terulur dan membelai milik Douglas, ibu jarinya mengusap celah yang berada di kepala kjantanan Douglas membuat pria itu terengah. Emma yang melihat itu segera memasukan milik Douglas kedalam mulutnya lagi dan mulai menjilatinya, menghisapnya. Douglas mencengkram rambut Emma dan mulai membimbing gadis itu bagaimana cara menyenangkannya. Emma meringis saat Douglas mencengkram rambutnya erat, dia nyaris tersedak ketika batang besar itu menyentuh tenggorokannya. Douglas terus mengeluar masukan miliknya di mulut Emma hingga Emma merasa milik Douglas berkedut. “Berhenti!” Perintah Douglas, lalu mencabut miliknya. Dia menarik tubuh Emma dan menggendongnya. “Kita mau kemana?” tanya Emma mengencangkan kaitan kakinya di pinggul Douglas “Kamarku” Katanya mengecup sekilas bibir Emma. Douglas membuka pintu kamarnya, aroma maskulin langsung tercium oleh hidung Emma. Douglas membaringkan Emma diatas ranjang “Tunggu disini ” kata Douglas meninggalkan Emma. Emma melihat Douglas masuk ke sebuah ruangan, Emma mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar. Kamar itu di d******i warna gelap dan terkesan maskulin, ranjangnya memiliki tiang dan terbuat dari besi. Douglas kembali dengan membawa sesuatu ditangannya “Apa yang kau bawa?” tanya Emma Douglas melemparkan gulungan tali ke samping Emma “Untuk apa tali ini?” kata Emma penasaran Douglas memandang Emma lalu menghela nafasnya panjang. “kau ingin bercinta denganku, bukan?” tanyanya Emma mengangguk “Ya, Douglas ” “Dengar princess, ini kesempatanmu untuk pergi dari kamarku” kata Douglas seraya mendudukan Emma di atas pangkuannya “aku bercinta dengan keras, aku senang memegang kendali. Tapi terkadang aku bisa kehilangan kontrolku, seperti saat ini, contohnya.” Emma mulai sedikit mengerti kemana arah pembicaraan mereka. Dia Emma tak menyangka bahwa Di balik penampilan Douglas yang terkesan dingin pria itu ternyata mempunyai gaya hidup yang tidak biasa. Kepala Emma dipenuhi berbagai macam bayangan tentang dirinya yang terikat dan diperlakukan sesuka hati Douglas. Bagaimana jika pria itu menyakitinya. “Kau takut princess, putuskan sekarang selagi kau ku beri kesempatan karena jika kau menyetujuinya, maka tidak ada jalan untuk kembali. Kau tahu aku menginginkanmu juga” Kata Douglas seraya menekan kjantanannya yang mengeras kearah Emma Emma terdiam tak tahu harus menjawab apa. Walaupun dia tak punya pengalaman apa-apa tentang seks, tapi dia cukup tahu apa yang Douglas inginkan. ^^^
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN