Part 5 Kiki kesurupan

1193 Kata
How can I decide what's right When you're clouding up my mind? I can't win your losing fight All the time Not gonna ever own what's mine When you're always taking sides But you won't take away my pride No, not this time Not this time How did we get here? When I used to know you so well How did we get here? Well, I think I know how Kubuka mataku dan segera kumatikan alarm ponsel yang sejak tadi berdering kencang di bawah bantal. Memang tidak baik meletakkan ponsel di dekat tubuh saat malam karena radiasinya tidak baik untuk tubuh. Tetapi jika aku tidak melakukan ini, maka aku akan bangun seenaknya. Aku pun menggeliat sambil menguap. Sontak aku terkejut saat menyentuh sesuatu yang asing. Tunggu! Kepala siapa ini yah, batinku. Saat aku menoleh ke pinggir ranjang , ternyata Radit masih tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya diletakkan di pinggiran kasur. Ku belai kepalanya. Tak lama dia bereaksi, lalu mendongak menatapku sambil mengucek ucek matanya . "Pagi, ai..." sapa nya sambil menunjukan barisan gigi putihnya . "Pagi sayang ... Kamu semaleman tidur gini ? " tanya ku . "Eum... Heem. Semalem aku tinggal bentar kamu ngigau lagi. Teriak teriak gitu . ya udah , aku temenin kamu di sini aja . kamu tidurnya nyenyak kan sayang? " tanyanya sambil membelai kepalaku lembut. "Heem.. Nyenyak banget . ada kamu di sini ." Kok pagi ini kayak lagi nonton drama korea ya.. So sweet gimana gitu . hmm.. Tumben tumbenan juga Radit , gak becanda kayak biasanya . dan aku juga gak secuek biasanya . "ya udah mandi duluan sana, kuliah kan ?" suruh nya . Aku merentangkan tubuhku ke sana kemari . "Hmmmm.. Heem.. Masih ngantuk tapi deh." gumamku . "Yaelah ni anak .. Bangun loh. Anak bunda gini amat ya, aku jewer nih .." "Hmm.. Jewer doang mah nggak masalah. Udah sampai kapalan nih telinga di jewer bunda.." aku masih malas malasan sambil merem . " oh gitu .. Ya udah . ganti deh . aku cium nanti kalau gak bangun.." Glek. Langsung ku buka mataku lebar lebar . "Satu.... Dua...." Radit mulai menghitung. Spontan aku langsung berlari ke kamar mandi yg ada di kamar nya . dasar iseng banget tuh anak. Selesai mandi aku salat subuh dulu. sementara menunggu Radit mandi. Sambil mencecap coffe latte, aku berdiri di dekat jendela kamar Radit . Tak lama Radit keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Setelah itu dia salat subuh dulu. Aku masih berfikir masalah semalam, siapa sebenarnya sosok wanita penghuni kos itu . Kenapa dia terus muncul dan menggangguku Pagi ini hujan turun dengan cukup deras. Kurasakan Radit kini memelukku dari belakang. "Nggak usah dipikirin lagi ya. Kalau kamu gak kuat, nanti kita cari kost lain ya," bisik nya . Kutarik nafas dalam dalam . " iya. Tapi... Aku mau coba hadapi dulu, Dit. aku masih penasaran." " hm. Ya udah, terserah kamu aja. Tapi kalo ada apa apa, kamu langsung kasih tau aku ya. Aku gak mau kamu ngadepin itu sendiri. Ada aku sekarang. ngerti? " kata Radit serius. Aku mengangguk . Setelah bersiap kami segera berangkat ke kampus naik mobil Radit, biasanya sih jalan kaki berhubung hujan sedang turun jadilah kami naik mobil . Sampai di kampus, aku segera menuju kelasku dan Radit ke kelasnya . Sampai kelas Danu sudah datang dan sedang memainkan ponsel nya dengan tampang serius. "Pagi Danu..., " sapaku semangat . "Hmm.. Pagi," sahutnya datar tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar ponsel nya . " ih.. Serius banget . aku dicuekin," kataku merajuk . "Lebay deh, Tha. nih.. Aku lagi baca baca berita. oh iya, Tha .. Kamu udah ketemu Kiki ?" kali ini Danu meletakkan ponsel nya dan memandangku serius. "Kiki? Belom.kenapa ?" " mending kamu lihat deh , dia kok agak aneh ya, Tha ." Danu malah bisik bisik . Aku lalu duduk di depan nya dan mulai menyimak obrolannya . "Aneh gimana sih? " "Gimana ya jelasin nya . ya aneh deh pokoknya, gak kayak biasanya gitu lah . " Aku terdiam . Kiki aneh ? Ada apa ya ? Apakah ada masalah dengan Doni ? Tak lama dosen kami pun masuk dan kulupakan sejenak masalah tentang Kiki . Tapi yg pasti, aku harus melihat nya nanti. ========= Dosen keluar kelas, dan aku pun segera menuju kelas Kiki bersama Danu . Buggg!! Aku menabrak seseorang namun tidak sampai terjatuh. Kak Ramdan. " lho Aretha ? Hati-hati jalannya. buru buru banget, mau ke mana ? " " eh.. Kak Ramdan .. Maaf ya kak. Nggak lihat tadi, hehe " jawabku sungkan . " iya. Nggak papa kok . kalian mau ke mana ? " Belum sempat aku menjawab, terdengar teriakan yg melengking keras. Aku dan Danu saling pandang . "Kiki!!!!" pekik kami berdua bersamaan. Kami sangat yakin, itu suara Kiki. Danu segera menarik ku sedikit berlari ke kelas Kiki. Kak Ramdan terbengong bengong melihat kami . Sampai di depan kelas Kiki, Doni sedang berusaha menenangkan Kiki yg sedang berdiri di atas meja dengan kondisi kacau . Rambutnya acak acakan, kancing baju nya terbuka sebagian, wajahnya pucat dan terdapat lingkar hitam di mata nya . Bener bener aneh ini anak, baru semalem aja aku gak ketemu, dia udah aneh gini. Melihatku datang Doni berteriak panik ,"Tha! Tolongin !! Kiki kenapa nih ??" Saat aku akan masuk ke dalam , tanganku di tahan seseorang . Kak Ramdan sudah ada di sampingku dan menatap Kiki nanar . "Jangan, Tha. Biar aku aja ." ucap kak Ramdan serius . Kak Ramdan masuk ke dalam dan segera mendekat ke Kiki . Suasana kelas agak kacau, beberapa teman kelas Kiki banyak yg ketakutan , sebagian pergi keluar kelas, sebagian menyingkir ke sudut kelas. Namun mereka penasaran dan lebih memilih menjadi penonton di sini. Kak Ramdan mulai naik ke meja, dan langsung menutup mata Kiki dengan telapak tangan nya sambil menggumankan doa doa. Kiki menggeram dengan suara berat, aku dan Danu ikut mendekat . Kiki terus menggeram, dan tak lama tertawa kencang. kak Ramdan mengerutkan kening lalu menoleh padaku . Seolah aku paham maksud nya , aku menyuruh Danu agar mengeluarkan orang orang yg masih ada di dalam kelas . Perasaanku mulai tidak enak . "Pada keluar aja deh ..!!" suruh Danu ke mereka . Ada ada saja cibiran dari mereka . "Ih kenapa sih dia ?" " kesurupan ya?" "Ih serem bgt sih?" "Pacaran mulu sih!! Kesambet kan tuh !!" Aku lama kelamaan geram. " heh!! Kalian pilih pergi dari sini atau aku bikin kalian kayak dia !!!" bentak ku sambil menunjuk Kiki dengan menahan amarah. Mereka menatapku sinis, ada yg ngeri melihatku . " udah pada pergi deh!! " Danu lama kelamaan juga kesal sepertinya . Tak lama satu persatu mereka mulai mengambil tas mereka dan keluar . Tapi sebelum mereka sampai pintu . pintu malah tertutup dengan kencang . Braaaakkk!! Pintu menutup sendiri dan saat dibuka sungguh sulit, ini aneh . Aku menoleh ke kak Ramdan . Kak Ramdan menggeleng pelan padaku, entah maksudnya apa, aku tidak mengerti . Dan tak lama setelah itu, satu persatu orang yg masih ada di kelas mulai berteriak histeris dan mulai tak terkendali . " waduh.. Apa dosa Aim ya allah . kenapa ketemu beginian lagi," rengek Danu sambil garuk garuk kepala . Aku yakin dia masih teringat kejadian saat kami SMU di aula sekolah waktu itu . Hmm, kesurupan massal . "Dan, kabarin kak Arden sama Radit," pintaku sambil berjalan ke kerumunan mereka . "Eh, Aretha!!! Waduh .. " Ku tutup mata salah satu yg kesurupan dan melakukan hal yg sama seperti kak Ramdan tadi . Kiki berhasil disembuhkan dan kini sedang terbaring di meja ditemani Doni . Kak Ramdan lalu turun membantu ku . Braaakkk!! Badanku lemas kepalaku pusing sekali, kusentuh kepalaku , dan kurasakan cairan kental dari kepalaku . "Hahahahhahahahaha...." suara tawa melengking ada di belakangku . Aku jatuh ke lantai . "Arethaa!!!!" teriak orang orang di sekitarku . Pandangan mataku memburam, dan semua gelap seketika . =====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN