Tak terasa sudah hampir 2 minggu kami ada di Desa ini. Kami pun makin membaur dengan warga sekitar. Bahkan saat kami selesai proker, banyak warga desa yang memberikan makanan kecil untuk kami bawa pulang. Mereka sangat baik dan ramah. Selesai proker kami semua pulang bersama sama. Dan, karena alasan takut kemalaman di jalan, Ester memaksa menginap di rumah posko dan pulang besok paginya. Radit terus menggandeng tanganku diikuti tatapan sinis Ester yang berjalan dibelakang kami. " Ai-- " " Hmm?" " Nanti malem, biar kita- kita aja ya, yang nyari Didi sama Tyas di luar. Kamu, Kiki sama Ester di rumah aja. Aku nggak mau kamu kenapa kenapa lagi. " " Hmmm.. Iya udah deh. Lagian kaki ku belum enak nih buat jalan. " " Iya, maka dari itu, kamu istirahat aja di rumah." kata Radit sambil men

