“Kabur?” Ulang Bu Ida. Kemudian ia menggeleng cepat. “Tidak. Nana tidak mungkin kabur. Dia bukan anak seperti itu. Pasti ada alasan yang sangat besar hingga ia sampai berani melakukannya,” Wanita itu berada di balkon panti, duduk berdua bersama Frans di kursi teras dengan dua cangkir teh menemani mereka. Frans masih diam. Ia tidak tahu harus berkata apa. Bu Ida sudah seperti ibu Nana. Wanita ini yang telah membesarkan Nana dan mendidiknya hingga mempunyai hati yang indah. Wanita ini adalah sosok di balik kepribadian Nana yang Frans cintai. Dan Bu Ida ini.. ia telah menyerahkan Nana-nya ke tangan Frans, namun malah Frans sakiti dan hilangkan. “Mas Frans. Tolong katakanlah apa yang terjadi. Aku tahu ini adalah masalah rumah tangga kalian dan tidak seharusnya aku ikut campur. Namun kau be

