Pagi sudah datang dan Nana baru saja tertidur sekitar dua jam yang lalu. Semalaman, pikirannya teramat kacau hingga kepalanya terasa nyeri. Namun, ia tetap terbangun ketika mendengar suara-suara tipis dari langkah kaki Frans yang sedang bersiap berangkat kerja. Kedua mata Nana terbuka. Ia menangkap siluet pria tinggi dengan tubuh atas polos hingga memperlihatkan semua tatonya. Ia menoleh pada jendela dan menyadari bahwa cahaya di luar belum terlalu terang. Ketika ia melirik jam, ternyata ini masih terlalu pagi. Bangkit dari tidurnya, Nana mengusap matanya seraya membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Melihat Nana terbangun, Frans segera menyambar kemeja putihnya dan mengenakannya. Ia berada di walk-in-closet yang hanya diberi sekat kaca dengan ruang tidur mereka. Langkah Nana yang sem

