Zefanya POV. Aku sedang menunggu lelakiku menjemputku sekarang. Eh tapi tunggu. Lelakiku? Baiklah. Adya maksudku. Sudah hampir seminggu aku bersama dirinya dan juga dengan status yang berbeda, aku tidak menyangka Adya yang aku pikirkan tidak akan melangkahi prinsipnya itu ternyata mau menghilangkan prinsipnya demi aku. Aku sangat senang, bahkan sangat bahagia saat mendengar kata-kata Adya yang benar-benar membuat air mataku terjatuh, sejujurnya aku sudah tahu maksud dia berkata seperti itu namun aku urungkan membiarkan dia membuatku terkejut dengan kata-katanya itu. Adya mengajakku untuk makan siang di luar, dia bilang kalau Mama Zara dan Papa Ammar sedang berada di Bandung jadi tidak ada orang di rumahnya. Tin! Tin! Aku menjalankan kakiku keluar rumah, melihat sup

