Khawatir

1511 Kata

-Zefanya POV-     Aku turun dari mobil yang sudah berhenti di depan gerbang sekolahku, karena sedang malas untuk menyetir mobil jadi aku meminta Pak Didi untuk mengantarku ke sekolah. Dan juga hari ini Adya tidak menghubungiku untuk berangkat bersama. "Makasih ya Pak." ujarku. "Iya Non, kalau sudah pulang bel Bapak aja ya." Aku mengangguk dan berjalan ke arah gerbang sekolahku dan menuju ke kelas.     Melihat teman-temanku yang sudah datang dan duduk di tempatnya masing-masing menunggu bel masuk. Aku belum melihat Tara, Ucup, dan Adya. Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai ke kelas.     Setelah situasi kemarin yang sangat mengangguku, aku merasa seperti menjaga jarak dengan Adya, mungkin hanya aku yang menjaga jarak dengannya. Tetapi aku tidak ada niatan untuk menjauhinya. Tak lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN