Bagian kedelapan

2012 Kata
PART 8| SOSOK DI RUANGAN RAHASIA “Dia Ratu Juliet”! Ucap Ibu,menyikut lengaku. Ucapaan Lucy membuat Avril segera fokus dan Avril pun mengikuti apa yang dilakukan Sang Ibu.  “Avril’cucuku dan Lucy menantuku trimakasih sudah datang ke ruangan ini. Aku ingin menceritakan hal yang paling penting kepada kalian’tapi omong-omong Putraku Peter dimana? Dan aku harap Avril,kau mengenaliku! Akulah Ratu Juliet ibu dari Ayahmu! Sosok mahluk aneh itu ramah,dan Avril berusaha agar bisa beradaptasi dengan dimana dia sekarang. “Ya..aku mengenalmu Yang mulia! Lucy dan Avril serempak menjawab,walau dengan gugup karena baru pertama kali ini Avril pernah berbicara kepada sosok hantu. Hari yang tadinya pagi,sekarang sudah mulai siang,sekejap waktu berlalu tanpa terasa. Sinar matahari semakin menyengat di luar,namun tetap terasa sejuk di ruangan itu. Suara serangga mulai berderik seperti suara jangkrik dan spesies binatang lainnya yang membuat telinga semakin membeku. “Baiklah........aku akan mulai bercerita’ini cerita yang sangat panjang dan mungkin menghabiskan waktu kira-kira dua tiga jam. Tempat angin utara,ada sebuah Kerajaan yang dulunya dipipimpin oleh Nenek ku Zahra.  Zahra memiliki seorang anak bernama Pangeran Thour,ayaku. Dari Pangeran Thour, yang memiliki istri bernama Nathasa lahir dua bersaudara, yaitu aku dan Joy adikku. Kerajaan yang terletak di benua arah timur sangat luas. Setelah pemerintahan Thour munculah dua kerajaan lagi,yang satu berada di selatan yaitu Kerajaan Calfor dan satu lagi di sebelah Utara seperti yang kita tau dialah kerajaan Zier. Lekas itu’sudah tiba waktunya untuk menyerahkan kekuasaan masing-masing. Aku mendapatkan hak untuk menguasai Kerajaan Calfor dan Joy mendapat hak di Kerajaan Zier. Sebagai alat perlindungan diri,ayahku Thour memberikan kami benda-benda yang memiliki kekuatan dan tak bisa dikalahkan kecuali dengan trik.. Aku mulai memerintah di Kerajaan  ku begitu juga dengan Joy. Dan kami menikah dengan pasangan masing-masing. Aku melahirkan dua orang anak laki-laki,dan Joy juga punya dua anak. Nama anakku yang sulung dan yang tunggal adalah Owen dan Peter sedangkan anak Joy bernama Jery dan Cisen. Saat itu Cisen tau bahwa seluruh benda legendaris itu dan Sihir Kerajaan Zier akan diwariskan ke pada Jery si sulung. Cisen tau betapa berharga nya benda itu dan dia semakin dengki kepada kakaknya. Saat Bulan Purnama,pada malam hari_Cisen menyelinap ke arah kamar kakaknya sebelum Jery pergi istirahat. Jery tidak mengunci kamarnya. Cisen bersembunyi di bawah ranjang Jery yang besar dan menunggu kepulangan sang kakak nya,lekas itu dia membunuh Jery diam-diam dan memaksa kepada Joy agar benda itu diwariskan ke pada nya. Joy mengelak dan menolak keras terhadap permintaan Putranya.”Kau tidak bisa memegangnya Cisen,hanya setiap anak sulung yang memiliki benda ini! Kecuali kepunyaanku ada dua! Lantas Joy memotong kalimat Cisen. Dengan keras kepala Cisen akhirnya mencuri benda milik ayahnya,dan mentang melawan kami semua. Atas perintah Thour aku segera pergi melawan Cisen di Kerajaan Ayah. Dan akhirnya kami semua mati dan tidak ada satupun yang luput. Dan sampai sekarang benda,itu nyaris disimpan di Kerajaan Calfor yaitu benda kepuyaanku. Dan hanya kaulah’cucuku Avril yang akan menaklukkan nya dikemudian hari! Ucap Juliet. “Tapi aku masih heran’kenapa para arwah kalian bisa bicara dan menunjukkan diri walau tidak sesempurna kami? Avril antusias bertanya. “Ya..karena kami mati akibat benda yang sebenarnya bukan Cisen yang harus mengendalikannya. Jadi kami masih bisa hidup jika kau berhasil mengalahkan cisen. Dan jika kami ikut membantumu sampai menang tapi kau sudah sekarat,kami akan mengorbankan sedikit nyawa kami agar kau masih bisa hidup demi mengembalikan semuanya dan kami akan tetap seperti ini! Jelas Juliet dan aku menghela nafas panjang. “Bagaimana? Cukup menarik? Atau mengesankan kah? Gurau Juliet. Avril mengangguk pelan, dan sedikit mengibaskan senyumnya. Mungkin waktu ini bekum cukup aku akan bercerita pada kalian dilengkapi Peter! Kapan-kapan lagi kalian harus datang kesini’terutama Avril! Juliet mulai masuk ke lagi ke sebuah lukisan tua ynag terletak di ruangan gelap dan lebih dalam lagi.”Apa kamu sudah lapar’sayang? Lucy sedikit menoleh ke arah Avril. Avril mengangguk pelan”Ternyata Ratu Juliet,cantik bukan begitu Bu? Timpal Avril,sedikit tertawa. “Memang,rata-rata semua keturunan Thour memang tampan dan cantik,terutama Ratu Zahra’sayangnya sebagian ada yang sombong dan kikir! Ucap Ratu Lucy dengan senyum isengnya. Avril kembali mengangguk.”Apa kita sudah bisa keluar dari ruangan ini Bu? Sekali lagi Ratu Lucy mengannguk setelah membereskan seluruh benda kembali ke tempat semulanya. Fantastis! Kami keluar  lagi dari ruangan tanpa melewati pintu. Tempat keluar itu berupa lubang yang ada di bawah lantai nya’dan sangat elite. “ Apa kamu merasa senang sayang,bertemu langsung dengan Ratu Juliet? Lucy sesekali menoleh ke arah Avril dengan senyum manisnya. “Tentu saja bu’dan aku akan ke sana besok lusa untuk melatih kebiasaan ku menggunakan benda itu’layak nya yang dikatakan Ratu Juliet! Timpal Avril. Rasanya’hari ini adalah hari paling senang,seram,menakutkan,sekaligus sedikit belajar tentang sejarah Calfor Kingdom bagi Avril si sosok gadis yang memiliki rasa penasan sekaligus ingin tau yang tinggi. Mereka kembali lagi bergabung dengan yang lainnya di ruang makan. Setiba disana Peter dan yang lainnya termasuk’Visel tukang Kebul sekaligus bucin’dengan shok menoleh ke arah Avril yang telah berada di sampingnya. “Apa kau sudah menunjukkan nya Sayang? Raja Peter menoleh ke arah Lucy lekas melihatnya duduk di depan nya dan memiliki jarak antara meja yang panjang. “ Ratu Lucy mengangguk pelan, dan mulai menyantap makanannya. “Apa kau tidak nambah rotinya lagi’Sel? Iseng Avril dan mulai melirik ke arah piring Visel dengan roti yang sudah lenyap dan tersisa remukan kue. Kenapa kau tidak memakan remukan kue mu itu’dan malah membuat roti kesukaan mu itu sisa? Gurau Avril. “Biasa saja’ lagi pula aku tidak selalu buas makan sesuatu kan? Jadi,dari pada di cemoh mulu lebih baik aku mengurangi porsi makanan yang banyak itu! Bantah Visel terus dengan santai dan loyo. “Aku tidak pernah mengira dan percaya’ternyata Visel mulai menyadari nya! Demikian arti dari tawa dan mimik wajah Avril yang sedang asyik makan rotinya dan sedikit melirik pada nya.Visel memelotot matanya’menatap tajam Avril’ sedangkan yang lainnya tertawa  geli melihatnya. “ Bagaimana kondisi kerajaan kita Tom? Maksudku keamanannya, apa masih ada kerusuhan atau yang mencoba melawan dan membantah peraturannya? Raja Peter memilih topik baru dan yang lainnya asyik mendengarkan. Skan mulai dari tadi tidak merespon sedikit pun dari perbincangan,mungkin dia lagi galau atau malas. Visel selalu asyik menatap orang tanpa berkesudahan. “Semuanya baik-baik saja Yang mulia’tapi dua hari nya lalu’seseorang datang dengan temannya yang menggunakan jubah berwarna hitam. Mereka lantas memaksa ku untuk memasukkan mereka salah satunya ada yang bernama “Sherry” sosok wanita yang sepertinya sebaya dengan Avril. Aku bersi keras melawannya dan mereka pun ku paksa keluar dan mengusirnya. Mereka berasal dari Kerajaan keluarga Anda” Kerajaan Zier dari utara”.Mereka bilang datang hendak ingin membantu karena di usir Cisen! Ucap Tomy. Lalu lusa pagi hari yang cerah, seekor mahluk aneh datang. Seekor unicorn yang hendak ingin ikut tinggal bersama para kuda Kerajaan lain. Anak buahku memburunya dan mengusir ke hutan lebat. Tapi kami tidak membunuhnya;dia berwarna putih yang bercampur dengan warna lainnya. Tapi sebenarnya,unicorn itu tidak mau meninggalkan Kerajaan’dan mendadak kembali. Tapi telat’ para anak buahku terlebih dahulu mengepungnya dan mengusir dengan cepat.Unicorn itu pun pergi dengan lambat! “Mungkin semua itu pastilah ulah Cisen’yang berusaha mempermainkan kita semua! Ucap Ratu lucy. “Tapi aneh, unicorn kan memiliki tanduk yang kuat di atas wajahnya. Kenapa dia tidak melawan balik menggunakan tanduk nya? Atau, apa unicorn itu sempat menyerang kalian Tomy? Avril bertanya dan lagi-lagi mendapat jawaban” tidak” dari Tomy dengan menggelengkan kepala nya. “Atau mana tau, unicorn nya palsu jadi gak berani lawan pakai tanduknya,nanti jadi lepas ! Ucap Visel lantas semuanya tertawa. “Mungkin saja’ tapi tidak mungkin kan unicorn nya palsu! Timpal Skan, yang baru saja angkat bicara dari tadi.“Duhhh...Skan hanya membuat suasana menjadi semakin keruh! Gerutu Visel. Hari semakin gelap,malam sudah mulai larut. Sesekali terdengar derikan para serangga layaknya jangkrik dan yang lainnya, cahaya rembulan bulan purnama semakin terang di luar, bintang yang bertaburan dilangit menghiasi seluruh alam semesta. Terlihat beberapa rasi bintang, melihat rasi bintang itu Avril teringat akan zodiak nya yaitu “Libra” yang berarti timbangan. Zodiak ini diberi kepada orang yang kelahirannya pada bulan September-Oktober. Setiap Zodiak tersimpan sedikit tentang diri kita masing-masing,namun Avril kadang tak percaya karena sebagian fakta tak sesuai. Dan keterkaitan kita dengan Zodiak itu diterapkan oleh orang-orang asing. “Sekarang sudah waktunya tidur! Ucap Raja Peter yang mulai bergegas meninggalkan meja makan yang disususl oleh Ratu Lucy dan yang lainnya,terakhir disusul Avril menuju kamanya. Di dalam kamar’Avril tidak langsung tidur seperti yang lain dia masih kembali ke ruangan luar dekat kamarnya yang paling tinggi dan mulai berdiri melihat semua di  sekitar nya. Avril melihat semua mahluk yang bergerak sekalipun yang paling kecil, melihat semua cahaya di depannya, melihat ke bawah bangunan,melihat perkampungan para penduduk. “Aku ingin sekali berpetualang ke tempat yang lebih jauh” gumam Avril . Perlahan Avril melihat langit yang dipenuhi bintang yang ukurannya lebih kecil dibanding bulan pada malam hari dan matahari pada siang hari. Cahaya Bulan sangat terang’dan semuanya tidak terlihat seketika bulan ditutupi awan tebal dan kembali terang saat kabut tebalnya hilang. Seketika ada bintang yang bergerak dengan cepat melintas di antara bintang-bintang yang masih asyik menikmati tenang nya malam dan cahaya bulan. Bintang itu memiliki ekor panjang, cahaya ekornya bagaikan nyala api. Setelah bintang berekor itu atau disebut sebagai komet telah melesat pergi dengan sangat cepat bagaikan petir seketika,sayangnya komet itu lebih cepat. Avril kembali menatap bulan yang begitu berseri. Terbelalak Avril mengalihkan pandangannya mendongak melihat sebuah rumah penduduk yang dibatasi dengan tembok terlihat sebuah pantulan cahaya yang berasal dari sungai yang jernih. “Besok pagi aku akan mengajak Visel dan Skan ke sana! Seru Avril yang menunjuk ke arah sungai dan di dekatnya ada air terjun. Seekor kunang-kunang hinggap ke tangan Avril dengan cahaya diekornya.”Ada apa teman kecil’apa kau tidak punya teman? Avril bertanya ke serangga itu. Kunang-kunang itu hanya hinggap doang di tangan Avril dan kembali beraktivitas. Bagaimana nanti bentuk perang yang akan ku hadapi? Apakah aku yang akan di nobatkan sebagi pemimpin nyaris ke-dua orang tuaku dikutuk? Gumam Avril. Seberapa besar kekuatan Cisen’apakah dia membutuhkan prajurit yang banyak ketika  perang? Atau apakah dia hanya mengandalkan  kekuatan nya? Ucap Avril sedikit bersuara. Hujan mulai turun dengan pelan, membungkus semua langit,disertai awan tebal. Lampu para warga kelihatan redup tak kelihatan. Aku tidak sadar sesuatu mulai muncul di dalam pikiran ku, aku mulai merasa merinding air mata ku mulai jatuh di kening. Bukannya ada hantu atau mahluk gaib dan sebagainya. Melainkan Avril semakin mengingat masa kecil nya yang sering marah,egois,dan selalu terjadi ada masalah yang membuat semakin dia menangis bersama ke-dua temannya.Namun tetaplah dia menganggap sebagi saudara kandungnya. Dengan semua kenangan,kisah-kisahnya, semua kembali teringat lagi saat hujan turun. Tiba-tiba seorang sosok sudah berada di sampingku dia seorang pria’yang pastinya dia mengenal nya. Dia adalah Raja Peter Sang Ayah.”Eh...Ayah?? Avril dengan terkekeh menatap antusias sang ayah. “Apa yang kamu lakukan sekarang di atas sini? Mata Ayah tajam memandang ke arah Avril. “Aku hanya ingin bersantai saja disini,aku tidak bisa tidur. Trus Ayahnya kenapa belum tidur,malah datang kemari? Avril bertanya kembali antusias dan menyeka air mata di kening dengan tangan. “Ayah juga tidak bisa tidur’dan saat ayah melintasi kamar mu tadi. Jadi Ayah ingin berbicara pada mu’sayang! Sejak kita bertemu kita belum pernah berbicara panjang! Ucap Peter. “Apa yang sedang kamu pikirkan? Avril menggeleng”aku hanya mengingat masa kecil ku dulu! Dan aku mengingat semua apa yang dikatakan Ratu Juliet! Dan apa kah aku nanti bisa mengalahkan Cisen sosok kurus muda dan jahat itu’seperti yang dikatakan Oleh Juliet. Katanya aku telah ditakdirkan untuk mengalahkan penjahat itu! Avril lagi-lagi menoleh ke arah Peter. “Itu memang benar’sayangnya sekarang telah larut malam! Lebih baik kau tidur saja’besok Ayah ingin mengurus bagain alat s*****a perang. Ayah akan bercerita kepada mu kapan-kapan! Kemudian Tubuh Peter berlalu di antara dinding.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN