Bab 74 Thanks, Love!

1116 Kata

Sore itu, sinar matahari menembus jendela ruang tamu rumah orang tua Anggita, memantul lembut di lantai kayu yang hangat. Aroma bunga dan dessert yang baru saja mereka nikmati masih tersisa, membawa kesan hangat dan nyaman. Rafka duduk di sofa, memegang tangan Anggita, sementara gadis itu menempel di dadanya, pipinya menyentuh bahu Rafka. Senyum lebar terukir di wajahnya, meski hatinya masih sedikit klepek-klepek setelah kejutan yang luar biasa dari suaminya. “Raf… serius deh, kamu itu… nggak ada habisnya bikin aku terkejut,” kata Anggita sambil menoleh, matanya berbinar penuh rasa kagum. Rafka tersenyum nakal, mencondongkan badan sedikit mendekat, bibirnya hampir menyentuh telinga Anggita. “Nah… itu baru reaksi yang aku mau. Klepek-klepek, tersipu, tapi tetap nyaman sama aku. Itu standa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN