Bab 81 Cegilnya Aries

1164 Kata

Siang itu, hujan rintik turun malas-malasan, seperti tak benar-benar berniat membasahi bumi. Langit kelabu menggantung rendah, dan udara terasa lembap, menempel di kulit. Anggita menyandarkan kepala di sofa ruang keluarga, memejamkan mata sambil mengatur napas. Kehamilannya baru memasuki Minggu ketujuh. Masih sangat awal. Belum terlihat. Bahkan belum banyak orang tahu. Akan tetapi tubuhnya—seperti biasa—lebih jujur daripada kata-kata. Ada rasa mual samar yang datang dan pergi. Ada lelah tanpa sebab. Ada detak kecil di perut yang belum bisa disebut apa-apa, tapi cukup untuk membuat Anggita sering terdiam, menyentuh perutnya tanpa sadar, lalu tersenyum sendiri. Ada… pikiran-pikiran aneh. Rafka baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih setengah basah, jatuh rapi ke dahi, kaus hi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN