Peluang 2%

1382 Kata

Laura melempar jaket yang ia kenakan ke kursi penumpang. Hujan deras masih mengguyur dengan lebatnya disertai angin kencang yang membuat dedauan beterbangan mengikuti arah angin. Laura menatap jaket pemberian Rey. Perasaannya campur aduk. Ia tidak bodoh. pernyataan Rey bukannya tidak bisa ia mengerti ia hanya tidak bisa menerimanya. Kenapa? Karena ia mahasiswamu? Itu satu alasannya, tapi bukan hanya itu yang membuatnya menahan diri , hidupnya amat rumit. Rey berpikir kalau ia dan Alan adalah sepasang kekasih dan jika ia harus memberitahu yang sebenarnya itu berarti ia juga harus siap membongkar rahasianya dan ia belum siap untuk itu. Laura mengusap wajahnya. Bayangan saat menatap wajah gelap Rey berkelebat dalam benaknya. Ini yang terbaik. Suara dalam kepalanya kembali berbisik menena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN