*** Untuk ke sekian kalinya setelah dia beberapa hari berada di rumah, Sofia menyaksikan sang Mama duduk termenung di ruang kerja Papa sambil menatap kosong foto pernikahan mereka. Tidak ada air mata, tapi dia tahu bahwa hati Mama sangat amat terluka meski sudah tidak bisa lagi menangis. Sofia memutuskan mendekat. Kembali berusaha untuk menguatkan Mama. Ya, karena itu dirinya berada disini sekarang. "Ma..." Panggilnya lirih. Berlutut di depan Mama yang dari tadi tidak bergeming. "Jangan sedih." Mata sang Mama mulai berkaca-kaca. "Mama... Gagal." Katanya sedikit terisak. "Mama gagal mempertahankan rumah tangga Mama. Mama gagal membahagiakan kalian berdua." Sofia terdiam. Merasa pedih terhadap apa yang dikatakan Mamanya. Dirinya merasa menjadi anak yang tidak berguna, yang bahkan tida

