Bab 21

630 Kata

*** Penerbangannya berangkat besok pagi. Sofia tidak bisa membantah saat Galen memintanya untuk berangkat besok pagi saja. Entah apa yang membuat Kakaknya itu menahannya disini. Maka dari itu dia memilih untuk keluar mencari angin segar. Ke sebuah taman kecil di pinggiran jalan. Dia berjalan menyusuri jogging track, sambil mengamati lampu taman yang berderet di sampingnya. Tempat ini sepi, karenanya sangat cocok untuk menenangkan hati. Dia segera duduk begitu menemukan bangku taman. Menikmati semilir angin malam yang sedikit membuat jiwanya tenteram. Matanya terpejam sejenak sebelum suara seseorang menyadarkannya. "Kakak disini." Itu suara Vivian. Adiknya itu berdiri di samping bangku dengan senyum tulus yang menenangkan. Sofia segera menggeser tubuhnya, memberi ruang agar Vivian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN