*** "Jadi?" Janeta menyilangkan tangannya di depan d**a, wanita itu menatap tajam Alvaro yang masih duduk di hadapannya. Sang Papa dan Bayu sudah pergi beberapa menit tadi. "Kamu mau menjelaskan sesuatu? Dari tadi kamu cuma diam." Alvaro menghembuskan napas keras. Pasti, percakapan ini akan berakhir dengan pertengkaran seperti biasa. "Aku... Akan mencoba untuk tidak bertele-tele lagi." Mendengar itu tawa Janeta menyembur. "Kenapa Al? Ini seperti bukan kamu. Kamu tau bukan itu jawaban yang ingin aku dengar kan?" Janeta mengulurkan tangannya, berusaha meraih jari Alvaro dan seketika di hempas begitu saja. "Jangan lakukan itu. Kamu tau aku nggak suka kontak fisik." Bibir wanita itu tersenyum sinis. "Yang aku tau kamu nggak keberatan sama sekali bersentuhan dengan Sofia. Kenapa? Kamu

