Setelah mendengar semua pengakuan Gerald yang menceritakan dengan jujur bagaimana semuanya bermula hingga Ririn mengandung anaknya, ibu Gerald akhirnya menyadari ada satu hal besar yang selama ini luput dari perhatiannya: perasaan seorang perempuan. Jika semua yang dikatakan putranya benar, maka Ririn bukanlah perempuan licik yang mengejar harta atau status. Justru sebaliknya. Ia adalah korban dari rangkaian kesalahan yang bermula dari pilihan-pilihan Gerald sendiri. Rasa bersalah perlahan menekan dadanya. Gerald telah menghancurkan pernikahan orang lain, entah disengaja atau karena ada kesempatan. Dan sebagai seorang ibu, ia tidak bisa lagi menutup mata, apalagi berpura-pura tidak tahu. Apalagi kini Ririn tengah hamil cucunya. Namun bukan hanya itu yang membuat hatinya gelisah. Ada

