44. Saat Tipu Daya Tak Lagi Berguna

1167 Kata

“Apakah kau cemburu?” tanya Gerald sambil menatap Ririn, senyum tipis terukir di bibirnya. “Aku… aku hanya tidak ingin itu menjadi bahan pembicaraan orang,” jawab Ririn pelan sambil menunduk. “Katanya, kalau laki-laki dan perempuan pergi hanya berdua, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi.” Melihat sikap Ririn yang defensif namun jelas gelisah, Gerald justru merasa gemas. Ia bangkit dari posisi jongkok, lalu duduk di samping Ririn. Kedua tangannya menangkap bahu Ririn, memaksanya menatap ke arahnya. “Apakah kau menganggap aku pria seperti itu?” tanyanya serius. Ririn terdiam. Pandangannya kembali jatuh ke lantai. Ada kegelisahan yang ingin ia ucapkan, namun ragu menembus bibirnya. Gerald mengangkat dagu Ririn perlahan, membuat wajah itu kembali menghadapnya. “Ayo, jujur padaku,” u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN