Hari raya pun tiba, dan semua orang juga berkumpul dengan riang gembira. Tidak terkecuali Ame, pria serigala, dan Elora. Sebagai orang yang tinggal di rumah yang sama, mereka sama saja sudah menjadi keluarga. Walau pun tidak memiliki darah yang sama, tetapi hal itu bukanlah masalah besar. Yang terpenting ... ya ... yang terpenting hanyalah kebersamaan satu dengan yang lainnya. “Jadi, kapan teman-temanmu kemari?” tanya Elora. Ia baru saja selesai mengikat rambut panjangnya, dan kini sedang mengenakan gaun berwarna putih bermotif bunga kecil nan indah. Ame yang sedang bicara dengan pria serigala langsung saja mengalihkan tatapannya, ia cukup kaget melihat betapa cantik dan anggunnya Elora dalam balutan busana itu. “Peeter, apa kau mendengarku?” tanya Elora. Ia mengulurkan tangannya, m

