Di tengah kegelapan malam, Gumo dan Kojiro memutuskan untuk sama-sama diam. Mereka terlihat sangat sibuk dengan jalan pikiran masing-masing, dan tidak ada yang ingin mengutarakan satu patah kata pun. Gumo sibuk memikirkan Ame, ia merasa sangat rindu. Tapi … di balik semua itu juga ada rasa marah karena dulu Ame adalah orang yang berhasil mematahkan hatinya, menghancurkan ras yang dirinya pimpin. Yang jelas perasaan cinta dan benci masih bersatu dalam benaknya. Sedangkan Kojiro … pria itu sengaja memilih diam karena tidak ingin membuat junjungannya terganggu. Walau ia tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada hati sang junjungan, akan tetapi dari raut wajah wanita itu ia bisa menyimpulkan beberapa hal. Junjungannya sedang tidak ingin diganggu, junjungannya sedang memikirkan sesua

