Yuzhong terbangun dari tidur panjangnya, hari sudah gelap, dan udara juga terasa cukup dingin. Biasanya dia tak akan peduli akan semua itu, ia masih bisa menahan, dan masih bisa membuat tubuhnya terasa hangat meski tidak menggunakan selimut. Tapi ... kali ini berbeda. Itu semua bisa jadi karena ia menggunakan banyak sekali energi untuk meringankan derita Ame. Ia mencoba untuk mencari kehangatan, tapi pada saat ingin beranjak malah terjatuh sampai terbentur di atas lantai. Suara begitu gaduh, membuat Ame yang sudah tertidur sejak tadi sontak saja membuka matanya. “Maaf membuat Anda terbangun, Yang Mulia.” Yuzhong mengatur intonasi dari nada bicaranya, jangan sampai Ame tahu jika dia dalam keadaan yang lemah dan tidak berdaya. “Yuzhong, di sini hanya ada kita berdua, orang-orang hanya men

