"Tuan, Diana berhasil lulus," ucap Brian. Frans yang sibuk membaca buku terkejut mendengarnya. Buku yang dipegangnya sampai terjatuh. Ia menatap Brian dengan tatapan tak percaya. "Anda akan ikut acara wisuda tahun ini, tetapi pernikahan kalian berdua akan dilaksanakan dua hari lagi," ucap Brian lagi. Frans langsung memegang keningnya. Ia tidak bisa berkata apapun. Berbicara pun percuma. Toh, mau tidak mau pernikahan harus dilaksanakan. "Siapkan saja sebagaimana seharusnya. Aku pasrah," sahut Frans menyerah dengan keadaan. Brian bisa menangkap raut wajah Frans yang begitu muram. Ia percaya jika tuannya itu belum bisa melupakan Angel dan terpaksa menerima pernikahan ini. "Baik Yang Mulia," sahut Brian. Ia segera menelpon banyak orang termasuk event organizer. Sementara untuk undangan

