Sudah seminggu lebih Frans berada di Indonesia. Ia sudah bisa berjalan dan beraktifitas seperti biasa. Pekerjaan dan tanggung jawabnya di London memaksanya dengan berat hati harus kembali ke sana. Ia harus berpisah dengan Kaisar. "Bagaimana kalau kamu tinggal bersama kami," bujuk Frans pada anak kesayangannya yang telah menyelamatkan Frans dari maut. Kaisar menggeleng. Ia tersenyum. "Di sini rumahku," ucapnya. Berulangkali Frans membujuknya jawaban Kaisar tetap sama. Indonesia adalah rumahnya. Ia senang tinggal di negara itu. Karena Kaisar tidak bisa dibujuk, terpaksa Frans menitipkannya kembali pada Sean. "Saya akan menjaganya Tuan. Bahkan nyawa pun akan saya korbankan," ucap Sean. "Aku percaya, tapi aku ini ayahnya jadi aku mohon biarkan aku menafkahinya. Dan aku akan menggajimu unt

