Brian menemui Kaisar di asramanya. Ia menemuinya tanpa sepengetahuan Frans. Ada banyak hal yang mengganggu pikirannya saat ini. Ia harus mencari tahu kebenaran di balik perubahan Frans yang keterlaluan. "Pangeran, kumohon. Beritahu aku apa yang terjadi," pinta Brian saat Kaisar tidak juga membuka mulut. "Aku akan cerita jika Paman menukarnya dengan cerita. Ini kan rahasia besar, jadi Paman harus menukarnya dengan rahasia besar juga," ucap Kaisar. Brian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kaisar jauh lebih cerdas dan licik, pikirnya. "Baiklah, paman punya. Tapi kamu harus janji, nanti jika tahu rahasianya bersikaplah seperti tidak tahu, janji?" tanya Brian seraya menunjukkan jari kelingkingnya. "Paman juga. Harus janji seolah tidak tahu apapun," ucap Kaisar menautkan jari kelingking

