YOGA POV
Hari ini aku menyibukkan diri dengan bekerja. Hampir satu minggu aku tidak menghubungi Nadya. Ada rasa kekhawatiran saat memikirkannya.
Aku mulai mengambil ponsel dan menghubungi Nadya tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya aku memutuskan untuk menemui Nadya di rumah.
Saat aku tiba disana, aku melihat Nadya sedang berbincang dengan wanita paruh baya yang disampingnya ada seorang pria.
Entah rasanya aku sangat cemburu melihat Nadya yang tersenyum kepada pria itu. Aku langsung menghampiri mereka dan Nadya sangat terkejut dengan kedatanganku.
" Mas Yoga!"
" Perkenalkan saya Yoga, suami Nadya"
Wanita itu dan seorang pria di sampingnya sangat terkejut mendengar perkataanku.
" Suami....saya pikir Nadya masih single"
Terdengar nada kekecewaan dari wanita itu dan pria di sampingnya terlihat biasa saja.
" Iya, saya suami Nadya."
" Maaf bu dewi, saya mau bicara dengan suami saya"
" Oh iya silakan, kalau gitu saya pergi dulu. Jangan lupa nanti sore arisan di rumah saya ya"
" Iya bu dewi"
Setelah mereka pergi, Nadya menarikku masuk ke dalam rumah. Terlihat kemarahan di raut wajahnya.
" Mas selama ini kemana aja?!"
" Maafin aku, Nad. Aku bener - bener nyesel bikin kamu marah sama aku"
" Aku pikir kita cerai aja! Aku males kayak gini terus!"
" Nad, aku mohon kita jangan bercerai. Aku masih sayang sama kamu"
" Mas bohong! Selama ini mas nikahi aku cuman karena kasian aja kan?! Ngaku deh!"
" Ga Nad! Dari awal aku menikahi kamu karena cinta. Hanya kamu yang bisa menerima aku apa adanya"
" Mas bohong! Selama ini mas selingkuh sama wanita lain! Mas pikir aku ga tau?!"
Aku sangat terkejut saat mendengar Nadya tahu perselingkuhanku dengan Tania.
" Aku ga selingkuh, Nad! Kamu percaya sama aku!"
" Mas ga usah bohong! Aku punya bukti perselingkuhan mas sama wanita itu!"
Nadya mengambil sesuatu dari dalam laci dan melemparnya ke wajahku. Aku sangat terkejut saat melihat foto kebersamaanku dengan Tania.
" Ini...ini ga seperti yang kamu pikirkan!"
" Udah deh ga usah bohong! Mas nikah diam - diam kan sama pelakor itu?! Ngaku aja deh! Aku udah tau semuanya!"
" Aku ga nikah sama perempuan itu!"
" Udahlah mas! Semuanya sudah jelas kalau mas ga mau mengakui kesalahan mas sama aku! Aku benci sama kamu!"
Nadya pergi menjauh sambil menangis. Aku tak kuasa melihatnya bersedih karenaku. Aku merasa bersalah telah mengkhianati kepercayaannya.
Aku berusaha menggedor pintu kamarnya tetapi ia tidak mau membukakan pintu.
" Nadya! Buka pintunya! Aku bisa jelasin semua!"
" Ga ada yang perlu di jelasin! Aku muak sama mas Yoga!"
" Nadya! Buka pintunya!"
Aku nekat mendobrak pintu dan aku sangat terkejut melihat Nadya yang tergeletak di lantai. Aku mengangkat tubuhnya ke atas ranjang. Lalu aku mengoleskan minyak kayu putih agar ia sadar.
Tidak beberapa lama Nadya terbangun dan ia terkejut melihatku ada di sampingnya.
" Kenapa mas ada di sini?! Aku ga mau lihat mas lagi!"
" Nadya...maafin aku. Aku janji akan memperbaiki pernikahan kita"
" Mas serius mau memperbaiki pernikahan kita?"
" Iya sayang"
" Kalau mas serius, aku pengen mas berpisah sama pelakor itu!"
Rasanya sangat berat memenuhi permintaan Nadya. Aku tidak bisa meninggalkan Tania saat ia dalam kondisi hamil.
" Aku ga bisa"
" Kenapa ga bisa?! Mas mencintai pelakor itu kan?!"
" Aku ga bisa ninggalin dia karena dia mengandung anakku"