YOGA POV
Hari ini aku kembali ke Jogja bersama Nadya. Aku terpaksa membawanya karena tidak memiliki pilihan lain selain membawanya. Nadya terlihat senang saat tiba di jogja.
"Aku seneng banget mas ngajak aku ke Jogja."
" Sementara cari homestay dulu. Baru nanti cari kontrakan rumah"
" Selama ini mas Yoga tinggal dimana?"
" Aku kan sering ke luar kota jadi nginep di rumah temanku"
Hampir saja Nadya curiga kepadaku, aku tidak mau ia tahu tentang Tania.
" Mas, aku laper nih. Kita makan gudeg yuk"
" Oke, deket sini ada orang yang jual gudeg enak"
Tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku sangat terkejut melihat nama Tania di layar ponselku.
" Nad, aku terima telfon dulu ya. Kamu tunggu di sini sebentar"
" Iya mas, telfonnya jangan lama - lama"
Setelah aku pergi menjauh dari Nadya, aku langsung mengangkat telfon
" Halo, ada apa kamu telfon aku?"
" Mas Yoga sekarang dimana? kok ga ngasih kabar sama aku?"
" Maaf sayang, aku baru aja sampai Jogja tapi aku ga sendirian"
" Mas Yoga sama siapa?"
" Aku sekarang sama Nadya, ceritanya panjang kalau aku ceritain sekarang."
Tania terdiam cukup lama sampai aku memanggilnya
"Tan, tan, kamu denger aku kan?"
" Iya mas, terus Nadya kamu ajak tinggal dimana?"
" Sementara ini aku cariin homestay buat dia. kamu tenang aja, aku bakal pulang ke rumah setelah nemu homestay buat Nadya"
" Kamu hati - hati ya, mas"
" Iya sayang, tunggu aku di rumah ya"
Setelah selesai menelfon, aku berjalan menghampiri Nadya yang sedang menungguku.
" Mas kok telfonnya lama banget? Emang siapa yang telfon?"
" Teman kerjaku yang telfon"
" Gudegnya udah jadi."
" Kita makan dulu baru ngobrol"
Setelah selesai makan, aku mencari homestay untuk tempat tinggal Nadya.
" Nad, di sini homestay nya bagus. Tempatnya bersih dan aman"
" Terserah mas Yoga aja"
Aku mengeluarkan koper Nadya dari bagasi mobil. Lalu membawanya masuk ke dalam kamar.
" Kenapa barangnya mas ga dimasukin ke dalam kamar?"
"Habis ini langsung ke rumah temannya mas."
" Masa aku sendirian disini? Kita kan suami istri"
" Ini sementara aja sampai mas nemu kontrakan rumah untuk kita"
" Mas Yoga hati - hati di jalan. Jangan lupa kabari aku"
" Iya sayang, mas pergi dulu"
Aku langsung pulang ke rumah karena Tania sudah menungguku. Saat aku tiba di rumah, Tania terlihat senang.
" Mas Yoga, aku seneng banget mas pulang ke rumah"
" Seharian mas cari homestay buat Nadya. Terus baru mas kesini"
" Aku tadi sudah masakin gudeg kesukaan mas. Ayo kita makan siang dulu"
Aku sangat suka masakan Tania. Ia sangat pintar memasak.
" Tan, mas kangen banget sama masakanmu"
" Hehehe, masakanku khan paling enak"
" Hari ini kamu ga ke butik?"
" Ntar sore baru kesana. Aku daritadi pagi sengaja masak soalnya males beli makanan di luar"
" Nanti sore aku anter kamu ke butik. Baru aku ke homestay"
" Terserah mas aja. Nanti bawain gudeg buat Nadya. Kasian disana ga ada makanan"
Aku sangat bersyukur memiliki istri pengertian seperti Tania. Dia wanita yang baik dan tulus terhadap orang lain
" Aku bersyukur punya istri kayak kamu. Ga salah aku milih kamu jadi istriku"
" Mas Yoga bisa aja deh"
Rasanya aku tidak ingin berpisah dengan Tania. Aku sangat mencintainya dan tidak ingin melepaskannya