BAB 6

539 Kata
NADYA POV Rasanya aku sangat kesepian tanpa mas Yoga. Ku akui sikapku sangat kekanakan sehingga mas Yoga pergi dariku. Aku berusaha menghubungi mas Yoga tetapi tidak ada respon. Aku bingung harus mencari keberadaan mas Yoga. Tidak beberapa lama ada yang mengetuk pintu. Aku langsung membuka pintu dan terkejut melihat seorang wanita paruh baya yang membawakan makanan untukku. " Selamat pagi, perkenalkan nama saya Dewi. Saya tetangga sebelah. Saya baru aja masak. Semoga suka ya" " Terima kasih ibu dewi, perkenalkan nama saya Nadya." " Seneng deh ketemu tetangga baru. Semoga betah ya tinggal disini" " Iya bu dewi" " Yaudah saya balik dulu. Di tunggu anak saya di rumah. Kapan - kapan main ke rumah ya. Rumah saya di seberangnya rumah mbak Nadya" " iya bu dewi. Terima kasih makanannya" Rasanya menyenangkan punya tetangga yang ramah seperti ibu dewi. Aku mencoba makanan yang dibuat ibu dewi dan rasanya sangat enak. ***     RUDY POV Gue kesel banget sama mom gara - gara di suruh nungguin. Ternyata mom sengaja masak buat tetangga baru. " Mama lama amat sih!" " Mama tadi ngobrol sama tetangga baru kita. Dia cantik banget lho. Kayaknya cocok sama kamu" Nyokap selalu aja jodohin gue sama cewek - cewek tapi gue ga tertarik sama mereka soalnya bukan tipe gue. " Udah deh, mama ga usah jodohin Rudy" " Ihh, kamu geer! Siapa yang jodohin kamu! Mama kan cuman cerita aja" " Rudy capek di jodohin!" Gue kesel ama nyokap yang sukanya seenaknya sendiri. Dari kecil hidup gue selalu di atur ama nyokap padahal gue paling males di atur - atur. Yang gue pikirin sekarang gimana caranya supaya gue bisa ketemu Tania dan deketin dia supaya mau jadi pacar gue. *** TANIA POV Beberapa hari ini aku selalu mual. Mas Yoga sangat khawatir melihat keadaanku. " Tan, kita dokter ya. Aku khawatir kamu sakit" " aku ga apa - apa mas. Nanti sembuh sendiri" Tiba - tiba mas Yoga menggendongku masuk ke dalam mobil dan aku sangat terkejut melihat sikap spontan Mas Yoga. " mas kok gitu sih?! Aku kan ga mau ke dokter!" " habisnya kamu kalau ga dipaksa ga mau berangkat" Aku cuman diam saja sambil memandang pemandangan di jalan. Tidak beberapa lama kami sampai di klinik. " Ayo turun, kita udah sampai" Rasanya aku sangat takut diperiksa dokter. Dari kecil aku sangat takut di suntik makanya aku tidak pernah mau diperiksa ke dokter. Tidak beberapa lama kami bertemu dengan dokter dan dokter melakukan pemeriksaan terhadapku. " Selamat untuk anda. Istri anda sedang mengandung dua minggu" Aku dan mas Yoga sangat terkejut mendengar kabar kehamilanku. Aku tidak menyangka jika aku bisa hamil secepat ini. Mas Yoga terlihat bahagia dan memelukku sangat erat. " Aku seneng banget karena sebentar lagi kita menjadi orang tua" " Aku juga mas, aku ga sabar ingin menjadi seorang ibu" " Mulai sekarang kamu kurangi aktivitas di luar. Ingat sekarang kamu sedang mengandung" " Iya mas" Rasanya hatiku bahagia karena tidak lama lagi aku akan menjadi seorang ibu. Aku mengelus perutku yang rata sambil berdoa semoga anakku sehat. Setelah dari dokter, mas Yoga menyuruhku untuk beristirahat di rumah dan aku tidak di perbolehkan melakukan aktivitas yang berat karena bisa mengganggu kehamilanku. Aku sangat bahagia memiliki suami seperti mas Yoga yang sangat perhatian  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN