Bab 4
pagi nya setelah sudah siap beres beres mau pergi ke kantor, aku melihat di depan rumah, sudah parkir mobil. ya itu adalah mobil nya radit. radit tepat waktu sudah ada di depan rumah, sesuai perkataan nya semalam, dia mau bareng pergi ke kantor bersama ku.
"kok cepat kali datang nya dit" tanya ku kepada radit.
"iya Ti, aku gak mau kamu menunggu ku kelamaan nanti" jawab radit.
"ah kamu bisa aja dit, ini aja udah kecepatan tau".
" iya, gak apa apa lah,, kan gak ada salah nya cepat. lagian lebih baik kecepatan dari pada terlambat nanti nya masuk kantor." jawab radit.
"oh ya udah deh, yok kita berangkat" ajak ku kepada radit.
"ok. ayok. silahkan masuk tuan putri" radit membukakan pintu mobil nya buat aku.
aku udah terbiasa dengan rayuan dan gombalan radit, jadi aku masuk aja ke dalam mobil nya yang sudah di bukakan untuk ku.
di perjalanan menuju ke kantor, kami bercerita dan bercanda satu sama lain. ya semenjak aku mengenal radit dan kompak terhadap nya, aku sudah merasa nyaman. dan aku bahkan sudah menganggap radit sebagai saudara ku sendiri. karena radit begitu baik memperlakukan aku.
dan bagi radit, aku gak tau entah dia merasakan yang lain terhadap ku, atau perasaan kami sama, bahwa hanya menganggap saudara, aku juga gak tau.
**
sesampai nya di parkiran kantor, kami bertemu dengan pak bos kevin yang super duper sombong tapi yang pasti nya, ganteng dan keren sih...
aku dan radit turun dari mobil yang sudah di parkiran, dan hendak menuju pintu lift mau keatas. dan gak lupa juga kami menyapa sang bos besar yaitu pak kevin disaat kami bersamaan hendak mau ke pintu lift.
"dit, nanti siang kalo sudah mau istrahat kamu keruangan saya sebentar ya. " kata kevin kepada radit sahabat nya.
"ok. siap pak bos. " timpal radit sembari memberi hormat kepada pak kevin.
sepertinya dari raut wajah pak kevin, dia sangat gak suka melihat kedekatan ku dengan radit. karena dari tadi turun dari mobil hingga sekarang nunggu pintu lift terbuka, radit selalu pegang tangan ku.
dan seperti nya dari tadi pak kevin selalu melirik lirik tangan kami yang selalu gandengan.
hingga pada saat pintu lift terbuka, pak kevin langsung menerobos masuk dari belakang kami hingga membuat tangan kami lepas satu sama lain.
"awas,, awas,, aku duluan, kelamaan, " kata pak kevin melerai tangan kami dari belakang.
"aduh,, kevin, kamu nih, gak tau aja orang lagi santai pegangan tangan" timpal radit.
"makanya kalo nunggu lift, ya tunggu aja, jangan pakai drama main pegang pegangan tangan melulu dari tadi". ketus pak kevin sambil melototi kami berdua.
ih ini anak gak ada petir gak ada hujan, tingkah nya kok aneh gitu ya? masa gara gara kami pegangan tangan sensi nya tinggi amat.
" kalo kamu iri bilang aja vin... " kata radit.
"idih enak aja iri. aku iri sama kalian berdua?? ih enggak lah yah lebih dari situ aku bisa perbuat. " kata pak kevin menyombongkan diri.
"hahahaha,,, bilang aja kamu iri vin, soalnya kayak nya dari tadi kamu gak enakan melihat kami berdua. " ucap radit.
pintu lift terbuka, dan kami pun sudah sampai di ruangan kantor. dan pak kevin tanpa basa basi langsung menuju keruangan nya.
sepertinya dia malu dengan kata kata radit tadi.
#prov Kevin.
uhh enak aja aku di bilang iri sama radit dan sekretaris baru itu. emang sehebat apa mereka? emang secantik apa sih sekretaris itu?.
menurut ku biasa aja deh, dengan wanita lain nya.
[eh tapi kok aku jadi sensi begini ya melihat kedekatan mereka,, atau jangan jangan.. . .
idih.. amit amit deh jangan sampai.. . ]
"tok.. tok.. tok.. . "
"permisi pak, saya mau antar berkas untuk di tanda tangani sama bapak" suara itu gak asing lagi bagi ku, ya dia adalah Tia sekretaris baru ku.
"iya masuk aja" ujar ku cuek tanpa melihat dia yang masuk dari pintu.
"ini pak, berkas nya" ucap Tia.
"iya, dimana yang mau saya tanda tangani"? sambil mengambil berkas dari tangan Tia.
deg
ya Tuhan,, aku barusan pegang apa ya? apa gak salah ini? masa kertas selembut ini?
apa?? masa iya aku pegang tangan sekretaris ku?? ?
" ma.. maaf saya salah pegang" ucap ku gugup
"eh.. i. iya pak" kata Tia yang juga ikut gugup dan terkejut.
dengan tangan dan tubuh yang keringat dingin aku segera menanda tangani berkas yang diserahkan Tia.
aduhh rasanya ini jantung mau copot aja. kenapa seluruh tubuh ku sepertinya gugup dan gemetaran ya?? ? ?
Tia pun tampak nya gugup dan sedikit malu atas tindakan ku tadi. dia segera mengambil balik lagi berkas yang sudah aku tanda tangani, dan tanpa kata kata .
"ma.. makasih pak, sudah tanda tangan, say segera permisi keluar ya" ucap Tia yang masih gugup.
dengan menundukkan kepala aku mengangguk kepada Tia. rasanya aku tidak sanggup untuk berkata kata lagi.
ada apa sih dengan diri ku?? ?
begitu banyak wanita di luar sana yang berlomba untuk menyentuh saya dan ingin sekali menjadi bagian dalam hidup ku, tapi aku bisa aja.
tapi kenapa dengan sekretaris baru ku ini? baru aja cuman pegang tangan aja, itu pun yang tidak disengaja, tapi badan ku ini rasanya kok seperti membeku.
apa istimewa nya coba seorang Tia yang jadi sekretaris ku itu?. masa cuman gitu aja gugup nya luar biasa, seperti gak pernah menyentuh wanita aja. padahal kan udah banyak wanita yang ku sentuh di luaran sana. tapi gak seperti ini, biasa aja kok.
"duarrr.. "
radit mengejutkan ku dari lamunan ku yang gak jelas ini.
"eh Radit, kamu ini bikin terkejut aja".
" lagian kamu sih pakai melamun segala, hayo.. . lagi menghayal apa dan siapa yo.. . " ucap radit iseng.
"gak menghayal siapa siapa kok dit, kamu ini, eh kamu ada apa kesini"? tanya ku mengalihkan pembicaraan.
" loh kan kamu yang bilang tadi pagi waktu di parkiran, aku menghadap sama bos besar kalo sudah mau istirahat. ucap Radit..
"oh iya, aku sampai lupa, aku ngomong seperti itu sama kamu tadi pagi" ucap ku.
"hmm... makanya jangan banyak menghayal vin.. . jadi nya kan begini, pelupa" ketus radit.
"hhm iya deh iya.. . oh ya dit nanti istirahat kami temani aku ya, kita makan di kafe tempat kita bisa nongkrong dulu" ucap ku mengajak Radit.
" nanti istirahat ya vin?? hmm kayak nya aku gak bisa deh, soalnya udah janji sama Tia untuk makan bareng di kantin dekat kantor" ucap radit menolak ajakan ku.
"ohh jadi gitu ya, ada cewe baru, sahabt di lupakan, ok. fine. " ucap ku santai.
"eh bukan gitu vin,, oh kalo ngak, kita bareng aja yok nanti istirahat makan bersama di kantin".
" hah?? bareng kalian?? bertiga maksud kamu?? ? apa gak salah tuh?? ?
"iya.. kita bareng, bertiga. kan toh juga cuman sekedar makan aja".
" yang ada nanti aku jadi nyamuk di antara kalian berdua".
"hmm enggak lah vin,, biasa aja kok, aku sama Tia masih cuman sekedar temanan kok, belum pacaran, tapi kayaknya akan..hehehe . " ucap radit mengharap jadi pacar Tia.
"oh ya,, vin, aku juga ingin minta bantuan kamu dong, Tia kan sekretaris mu, ya sudah pasti Tia lebih banyak waktu bersama kamu nantinya di kantor,"lanjut radit.
"emang kamu butuh bantuan ku ngapain dit"?
" aku ingin kamu bantuin aku, supaya aku sama Tia bisa pacaran vin,, "
"hah?? ? apa gak salah tuh?? aku jomblangin kamu sama Tia, sekretaris ku itu"?? ?
" iya vin,, , plisss.. . . yah.. yah. yah.. " kata radit mengharap bantuan ku.
aduhhh masa iya Radit minta bantuan ku untuk buat dia bisa pacaran dengan Tia??
lagian aku gak ada pengalaman lah gitu gitu an. Radit ini memang ada ada aja permintaan nya.
sedangkan sama Tia aja aku gak terlalu open, apalagi bantu radit buat mereka bisa pacaran.. . .
aduh.. pusing sendiri kan jadi nya. gimana coba caranya bikin mereka pacaran?? ? ..
ahh udah deh dari pada aku pusing sendiri, mendingan aku cari tau aja deh di google gimana caranya menyatukan orang supaya bisa pacaran.
[ ntar yang ada kasihan Radit nya, kalau saja dia orang lain, ogah deh aku bantuin dia. untung aja kamu masih bergelar sahabat ku dit. ]
bersambung.........