"Melangkahlah ke sisiku." Ucapan ngawur dari Denta barusan sukses mendapat hadiah lemparan bantal dari Katnish. Pria itu mengaduh kesakitan sembari mengusap-usap wajah tampannya. "Yak, kau baru saja melukai salah satu asetku. Kalau sampai wajahku jadi jelek gara-gara kau, bersiap-siap saja untuk menjadi istriku," dumel pria itu. "Cih, ya sudahlah. Percuma saja aku datang kesini. Kau sama sekali tidak berguna," dengkus Katnish menyebalkan. Denta siap membuka mulut hendak membantah, tapi ucapannya langsung dipotong oleh Katnish. "Sampaikan salamku untuk Daska karena besok pagi aku sudah harus kembali ke Milan." Setelah mengucapkan itu, Katnish beranjak pergi. "Baiklah. Tunggu aku di Milan! Siapa tahu saja aku khilaf dan mengunjungimu kesana!" celetuk Denta tak acuh dan Katnish hanya terse

