"Hah, lelahnya," oceh Belva bersandar pada kursi penumpang. Melirik Prasta yang tengah menyetir mobil. "Mau makan dulu? Ini sudah waktunya makan malam," tawar Prasta. "Memilih cincin ternyata bisa memakan waktu yang cukup lama," gumam Belva. "Yang terpenting kita puas dengan hasilnya." Belva tersenyum mengingat cincin pernikahan yang mereka pilih tadi. Setelah mampir ke beberapa toko perhiasan dan baru menemukan cincin yang cocok di toko ke 7. "Eh, itu ada sate kambing. Kita makan di sana saja," usul Belva saat di depan sana ada gerobak sate kambing langganan mereka dulu. Prasta memarkirkan mobilnya di bahu jalan. Mereka turun dari mobil menghampiri gerobak. Belva mengambil tempat duduk yang kosong, sedangkan Prasta memesan dua porsi sate kambing untuk mereka berdua. Setelahnya ia ik

