Belva berulang kali menatap jam di tangannya, mengetuk-ngetuk meja kaca di depannya dengan tidak sabaran. Matanya melirik ke arah pintu masuk setiap bel di atas pintu berbunyi. Saat ini ia sedang menunggu Prasta untuk fitting baju pengantin. Sudah menunggu 1 jam namun Prasta tak kunjung datang. Berulang kali di telfon tapi tidak di angkat. Kring! Seseorang masuk ke toko Bridewolrd dengan setelan kemeja lengkap dengan jas dan juga dasi. Orang itu berjalan menghampiri Belva. Namun, Belva melengos kesal saat pria itu terburu-buru menghampirinya. Pria itu segera meminta maaf atas keterlambatannya. “Kenapa baru datang sih?” ketus Belva kesal. “Maaf, Jakarta macet, Sayang,” ujar Prasta kalem. “Sebelum kau meninggalkan Jakarta untuk waktu yang lama, Jakarta sudah macet, Sayang. Nggak akan be

