Bab 44

1020 Kata

“Apa? Kau tidak bisa datang! Kenapa? ‘Kan kita sudah sepakat untuk mengadakan pesta terakhir kalinya sebelum kita menikah. Aku juga ingin memperkenalkan sahabatku padamu,” omel Belva di telfon. “Aku ada pekerjaan yang sangat penting di Bandung, Sayang. Tidak bisa ditinggal. Ini ‘kan demi pernikahan kita bulan depan.” “Ya tapi ‘kan....” Belva diam sejenak. “Heh, ya sudah kalau begitu,” ujar Belva pada akhirnya. “Maaf, aku janji setelah rapat ini selesai, aku akan langsung kembali ke Jakarta.” “Iya. Kau hati-hati,” ujar Belva sebelum mengakhiri telfonnya dengan Prasta. Daska yang baru dari kamar mandi langsung tertawa kencang saat melihat Belva dengan kesal membanting ponselnya ke sofa. Pria itu sedari tadi hanya berdiri di belakang Belva mendengarkan perempuan itu berbicara di telfon d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN