70. Nyanyian Kehilangan

1592 Kata

Lutut Zefanya rasanya langsung lemas sesaat begitu melihat Raka datang. Seluruh hal yang membuatnya bertahan kini mulai hilang, ia goyah dan tidak sanggup lagi bertahan. Dunianya seakan runtuh. Harapannya seakan pupus. Hari ini, hari paling menakutkan di sepanjang hidup Zefanya. Hari yang lebih menakutkan daripada saat ia tahu ayahnya berselingkuh dengan bibinya sendiri. Hari yang lebih menyeramkan daripada saat keluarganya bangkrut dan mereka jatuh miskin seketika. "Raka." Zefanya melirih sendu. Menatap Raka dengan wajah yang sudah begitu basah oleh air mata. Saat Raka berjalan menghampirinya, lekas Zefanya menubruk tubuh pria itu dan terisak di bahunya dengan keras. Menumpahkan tangis dan putus asa yang menerkamnya kuat-kuat. "Ibu. Ibu." Zefanya terus meracau. Memanggil ibunya yang ko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN