113. Luka Yang Sama

1019 Kata

Zefanya terdiam di depan gedung rumah sakit. Padahal, dia sudah tiba sejak lima menit lalu. Rasanya, wanita itu tidak menyangka dia akan kembali ke sana setelah seminggu lalu. Lagi-lagi, hidup telah mempermainkan dirinya. Lelucon macam apa lagi yang akan dia hadapi kini? Hidupnya seakan tak pernah bisa jauh dari rumah sakit ini. Lagi dan lagi dia terus kembali. Lagi dan lagi, hal menyakitkan terjadi di dalam bangunan ini. Zefanya mengusap wajahnya dengan frustrasi. Lelah harus kembali ke sini setiap saat. Padahal dia sudah membulatkan tekad untuk pergi dan menjauh. Namun nyatanya, takdir terus menariknya kembali. Dia menarik napas dalam, berusaha menetralkan diri. Kemudian memberanikan diri untuk mulai menapakkan kaki di gedung tersebut. Mengenyahkan semua pikiran buruk dan hanya fokus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN