Wildan, seorang dokter jaga di IGD yang sudah sering sekali berurusan dengan Raka perihal pasien dan pekerjaan lainnya, menatap luka-luka yang dialami Raka. Pria itu tersenyum kecil, menyaksikan Raka mengernyit kesakitan. "Kamu sangat beruntung lukamu tidak begitu parah," ucap pria itu sambil meminta kapas dan antiseptik kepada perawat di sisinya. Dengan sangat tidak hati-hati, pria itu membersihkan luka Raka. "Bisakah kamu merawat lukaku dengan lebih lembut, berengsek?" tanya Raka kesal. Wildan terkekeh kecil mendengar pria itu mengumpat padanya. "Ingat bahwa saat ini kamu adalah pasien dan aku adalah doktermu," ujar Wildan. Dia begitu bahagia akhirnya bisa berlaku seenaknya pada senior yang dua tahun lebih tua di atasnya itu. "Jaga mulutmu atau kamu obati lukamu sendiri," ancamnya. R

