di tengah perjalanan Arya tiba² berhenti dan membuat gea tersungkur karna berjalan di belakang nya
" aduh'... Lo kok tiba² berhenti sih, kepala gw sakit nih"
ucap gea
"siapa suruh Lo jalan di belakang Arya"
jawab Rido
"ish" kesel gea
"kita udah sampai di boks pertama"
ucap Arya
"yah udah jawab lah pertanyaan nya Lo kan pintar!" suruh gea pada arya
"3 penari 12 penonton apa kah aku?"
Riski membaca pertanyaan nya, dan semua nya berfikir.
Arya langsung menjawab nya
"jam?" tanya gea pada Arya saat membaca jawaban Arya di boks
"iya, tiga penari yaitu tiga jarum jam, dan 12 penonton yaitu 12 angka yang ada di jam"
jawab Arya, tentu saja itu pertanyaan yang muda untuk nya
"owh"
boks pertama pun terbuka dan mereka mendapatkan bendera nya
"yeiy" bahagia banget walau baru dapat satu bendera
"ya udah, kita lanjut?" tanya Arya, dan gea menatap nya begitu serius ,kagum banget sama kepintaran si kulkas.
"Ayuk" jawab mereka
lanjut berjalan dan di tengah perjalanan, ada ular sendok kecil yang berbisa.
mereka berjalan pelan agar, ular itu tidak merasa terganggu.tapi, Adel tidak sengaja menginjak sepatu gea dan membuat nya terjatuh. karna terkejut, ular itu menggigit kaki gea dan kabur.
" ah...ibu..." gea teriak kesakitan dan Arya langsung gercep banget dia mengikat kaki nya dengan kain
"udah sini biar ku gendong"
ucap Arya yang membuat jantung nya berdebar
"Ta- ta..tapi"
Arya langsung menarik tangan gea dan membuat nya terpaksa naik ke punggung nya.
gea merasa darah nya tiba² berhenti mengalir dan jantungnya berdetak begitu kencang
"udah, santai aja aku gak makan orang kok" ucap Arya yang memang merasakan detak jantungnya. gea hanya diam
"cie...cie..."
ucap Adel , Riski, dan Rido. yang membuat pipi gea merah karna malu
**
beberapa jam kemudian, mereka sudah mendapat 7 bendera, sisa 3 lagi agar menang. tapi ,gea tiba² merintis kesakitan dan membuat Arya berlari cepat² agar segera tiba dengan cepat ke tenda seakan tidak mau terjadi apa² pada gea.
"Arya! kita masih harus mencari 3 bendera lagi loh" ucap Adel
"kalau kalian masih mau mencari silahkan, tapi Gea udah kesakitan"
ucap Arya yang membuat gea bingung,mengapa dia begitu peduli pada nya
"ya udah deh, kita balik ke tenda"
ucap Riski dan mereka pun kembali ke tenda.
**
sampai di tenda Arya langsung menurun kan gea dan memanggil ibu dini yang
selalu sigap menjaga kesehatan mereka selama ini
"yah ampun Gea, Arya' Gea kenapa?"
tanya ibu dini ke Arya
"tadi di tengah jalan Gea di gigit ular Bu"
jawab Arya
dengan cepat ibu dini mengeluarkan bisa ular tadi dan memberikan gea obat pereda rasa sakit nya
"makasih yah Bu" ucap arya
"iya gak papa, makanya lain kali hati² untung saja bapak kepsek menyuruh saya membawa perlengkapan kesehatan yang lengkap,bagaimana kalau tidak"
"iya Bu, maaf. lain kali kita akan hati²"
satu jam kemudian waktu nya sudah habis semua murid kembali tapi tidak semua mendapat 10 bendera paling hanya 2 tim
"Gea! kaki lo kenapa?" tanya rahel
"gak papa kok,cuman ke gigit ular aja tadi"
ucap gea santai karna sudah di obati ibu dini tadi
"Lo bilang gak papa? emang Lo yah , ini menyangkut keselamatan Lo Gea "
ucap Lily
"iya² lagian kan udah di obati sama ibu dini tadi"
"hmm"
"nih, minum air jahe biar cepat sembuh kata ibu tadi" pinta Arya untuk gea meminum air jahe nya.
"iya, makasih ya Arya tadi dah mau gendong in aku sampai sini"
ucap gea sambil berterima kasih banget sama arya karna udah mau nolongin dia
"iya" Arya langsung pergi
"Hem, ada apa nih... senyum² bahagia banget kayak nya se harian barengan Ama babang tamvan. hehe cie..." ucap rahel ngeledek
"ih, apaan sih."
"ih...ih...ih... salting hahaha" ejek lily
"eh kalian tau gak, arya tuh gak sepenuh nya jutek, judes, dan nyebelin. dia tuh punya hati yang baik dan suka bikin orang baper tahu "
ucap gea sambil memikirkan kejadian tadi siang
"cie...cie... ada yang lagi jatuh cinta ni e..."
ledek Rahel
"ih apaan sih,nggak kok. lagian, siapa juga yang jatuh cinta sama si kulkas nyebelin itu" jawab gea salting
"cie... salting lagi hhhhh" ejek lily
"udah ah aku mau bobok, dah malam"
ucap gea yang tak mau mendengar ledekan mereka