“Cha, kenapa diem aja?” Tanyaku setelah melirik Icha beberapa kali. Khusus kali ini perempuan itu duduk di sebelahku. Tiara sudah tidur, mungkin efek lelah sekaligus kenyang yang membuatnya langsung terlelap begitu masuk mobil. Icha yang pengertian memangku Tiara dan duduk di sebelahku.Tapi, meskipun sangat dekat, nyatanya kami nggak membuka obrolan sama sekali. Kami diam. Icha yang terus memandang keluar sambil terus mengelus lengan Tiara dan aku fokus pada jalanan. “Cha, soal tadi...” Aku menggantung kalimatku karena bingung harus mengatakan apa. Icha pasti melihat saat kaki Alika menggoda betisku. “Bapak tenang aja, saya udah gede kok jadi nggak begitu kaget melihat hubungan Bapak dengan pacar Bapak yang lumayan kelewatan.” Aku menggeleng cepat. “Dia bukan pacar saya, Cha.” “Oh, bu

