Alysa menggeliat saat merasa kalau tubuhnya begitu lengket dengan kulit telanjang yang sudah dia ketahui milik siapa itu. Alysa mendengus halus dan berusaha melepaskan diri. Tapi sayangnya kungkungan lengan besar suaminya tidak mengizinkannya. “Al, udah sih. Ini udah siang. Aku mau bangun.” Keluh Alysa pada suaminya. Wanita itu tahu walau sok-sokan tidak mendengar, tapi nyatanya sang suami itu sudah bangun. Pria itu hanya ingin mengerjai dirinya. “Alvaro!” bentaknya pada akhirnya. Alvaro terkekeh di belakang tubuhnya. “Masih pagi lho, Yang. Terlalu pagi.” Terlalu pagi gundulmu, batin Alysa. Untung saja secinta-cintanya dia dengan pria manja di belakangnya ini, tapi Alvaro tetap tidak bisa membaca pikirannya. Kalau bisa, habis dia karena mengumpati suaminya seperti itu. “Ini tuh udah si

