“Sudah sejauh mana kamu mengenal Dani?” bukannya menjawab pertanyaan Panji, wanita paruh baya itu malah balik bertanya sambil mengambil kembali minumannya, lalu menyeruput kunir asam miliknya yang masih tersisa seperempat gelas. “Kita baru kenal seminggua ini….” “Cepat banget? Tante nggak percaya kamu bisa secepat ini pacaran dengan Dani.” Ucapnya terkejut sembari meletakkan gelas kunir asamnya kembali. “Setahu Tante, Dani cukup susah untuk didekati…. Butuh tiga bulan paling nggak, buat lelaki untuk menjadikan Sekar miliknya. Itu pun nggak seutuhnya!” lanjutnya menatap Panji lekat. “Tante tau juga, Sekar kalo pacaran nggak pake rasa?” kini giliran Panji yang terkejut, tak percaya bahwa tantenya itu banyak mengetahui soal Sekar. “Jadi kamu sudah tau?” hanya dijawab anggukan kecil ol

