28. Berpikir Buruk

1272 Kata

“Kamu serius?” tanya Sekar, setelah lama mereka terdiam. Mencerna kalimat yang terlontar penuh keyakinan dari bibir tipis Panji. Membuatnya sedikit tidak nyaman, atas jawaban yang tak ingin ia harapkan. Memang bukan urusannya jika ternyata Panji tak menginginkan hubungannya dengan Anindya tersambung kembali. Akan tetapi, beban moral yang akan ia pikul tak mampu tersingkirkan dari benaknya. Peran Panji dalam mendapatkan hati Arya cukup membuat pemuda itu berjasa. Tentu, mewujudkan rasa tidak nyaman untuk Sekar. Seakan berhutang budi. Sekar tidak ingin mempunyai hutang budi kepada siapa pun, terlebih hutang hati yang membuatnya risau. “Kamu tenang aja… Nggak usah merasa sungkan atau nggak nyaman gitu. Aku yang nawarin kamu buat bantu kamu agar bisa jadian sama Arya. Jadi, kamu ngga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN