Kalimat Sekar tiba-tiba terhenti, begitu melihat sosok gadis yang sedari tadi ia cari telah berdiri di hadapannya. Gadis itu masih tersenyum pada Sekar sembari menatap Sekar dengan tatapan haru, seakan ingin berterima kasih kepadanya, karena telah melunasi segala hutangnya. “Iya…” ucap Sekar menatap gadis itu dengan tatapan ramah namun menilisik, juga menghakimi. Ia tanpa sadar memancarkan aura kompetitif kepada gadis itu. Untungnya, gadis mungil itu tidak menangkap jelas aura yang dipancarkan Sekar padanya. Terbukti, ia tetap menatap Sekar sembari memamerkan senyumannya yang manis. Membuat siapa pun ikut tersenyum akannya, termasuk Sekar saat ini. “Perkenalkan, saya Anindya, teman Panji. Boleh kan, saya sok kenal begini dengan pacarnya Panji?” tanya gadis yang seusia dengan Sekar sopan

