Tante Vonnie menyeret Panji layaknya seorang ibu yang memergoki anaknya berpamitan untuk berangkat ke sekolah, namun malah pergi ke tempat bermain. Panji hanya pasrah menerima tangannya yang sedikit sakit, karena Tante Vonnie menyeretnya dengan kecepatan tinggi. Seakan-akan, takut Sekar akan mengikuti mereka. Panji sesekali sampai harus melewati dua-tiga anak tangga sekaligus, karena Tante Vonnie pun melakukan hal serupa. Ia enggan untuk meminta Tante Vonnie melepaskan cangkraman wanita paruh baya itu, pada pergelangannya. Panji tahu betul alasan Tante Vonnie menyeretnya, sudah lebih dari tiga kali dalam seminggu ini Panji menolak ajakan Tante Vonnie untuk main ke rumahnya. Bahkan tiga hari lalu, Tante Vonnie terpaksa datang ke griya tawang Panji yang berada di lantai empat puluh ena

