PH 64 Cahaya obor kian mendekat dan sosok-sosok yang memegangi benda itu pun mulai terlihat. Mereka jalan melewati rerimbunan semak dan melewati pohon di mana Izra dan Emyr tengah bersembunyi. Emyr menghitung jumlah kepala yang lewat dan seketika menelan ludah kala membayangkan bila dirinya dan Izra ketahuan oleh orang-orang tersebut, mungkin mereka akan kesulitan untuk kabur dan bakal dipukuli habis-habisan. Setelah rombongan itu menjauh, Galuh mengajak kedua pemuda itu untuk turun. Kedua pengawal Galuh pun ikut turun dan menyebar di sisi kanan dan kiri pria muda tersebut. "Kita mau ke mana ini?" tanya Izra, saat Galuh mengajaknya jalan memutar ke kiri. "Rumahku. Kalian harus bertemu dengan ayah," jawab Galuh. "Ehm, sebaiknya kami pulang aja deh. Teman-teman pasti udah nunggu,"

