sarapan pagi.... sarapan Kahfi... sarapan Ainun semoga kenyang ya!! Rezky duduk di kursi taman fakultas, matanya beberapa kali melirik dengan gelisah ke sekeliling seakan-akan sedang mencari seseorang. Tidak lama, pandangan matanya menemukan seseorang yang di nantinya. Ainun yang baru saja diantar Kahfi dan mereka berpisah di depan taman fakultas. Dengan tidak sabaran Rezky segera berdiri, merapikan pakaian dan penampilannya lalu berjalan menghampiri Ainun. “Ainun,” Ainun menoleh dan tersenyum kecil, senyum yang selalu mampu membuat jantung Rezky berdetak dengan sangat cepat. “Baru datang ya?” Ainun mengangguk. “Kamu juga?” Rezky mengangguk, padahal dirinya sudah berada di kampus sejak sejam yang lalu. Ia

