Dua Puluh Tujuh

1181 Kata

            Sarah terdiam. Berulang kali tangannya mengusap perutnya, matanya yang sayu menatap kedua orangtuanya dengan lemah.             Orangtuanya baru saja pulang dari perjalanan bisnis di Jepang dan begitu sampai di rumah tanpa menunggu lama Sarah segera mengakui jika dirinya hamil.             Apakah ada adegan teriak? Tampar atau bahkan kaca yang pecah?             Tidak tentu saja tidak, karena tidak semua respon seperti adegan di sinetron terulang di dalam dunia nyata.             Kedua orangtua Sarah hanya diam. Mereka tidak berkata apapun ataupun saling menyalahkan. Begitu Sarah berhenti berbicara, Papa dan Mama yang tadinya sedang menikmati cemilan sore hanya terdiam dengan mata menerawang ke atas.             “Ma.. Pa…” lirih Sarah tidak sanggup dengan keheningan kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN