Di dalam kamar hotel. Perasaan Airin dan Albima nampak tidak karuan. Pasalnya, mereka adalah dua orang asing yang baru saja saling mengenal dan terpaksa harus menikah karena perjodohan. Untuk pertama kalinya, Airin akan tidur dengan seorang lelaki dewasa, selain almarhum ayah handanya dulu ketika ia masih duduk di bangku SMP. Ya, jika Airin sedang ingin tidur bersama ayah dan ibunya, meski sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia akan tetap memaksa masuk ke dalam kamar mereka. Dag dig dug, debaran jantung Airin begitu kian kencang, samahalnya dengan debaran jantung Albima. Namun, Albima lebih bisa mengatasi perasaannya, ketimbang Airin yang nampak jelas gugup dan salah tingkah ketika dihadapkan dengan situasi ini. Albima mulai mengambil handuk tebal yang sudah tersedia di at

