Chapter 29. Ke Puncak.

1101 Kata

Di kamar. Sesampainya di rumah tadi. Airin, langsung masuk ke dalam kamarnya, tanpa memperdulikan panggilan Adiknya, Rian. Entah kenapa, ia merasakan hatinya terbakar api cemburu. Melempar tas punggungnya ke atas meja belajarnya. Kemudian, menjatuhkan diri di atas kasurnya yang empuk, sambil terbayang kejadian di café tadi. “Kenapa aku kesal dan marah seperti ini? Apakah aku sedang cemburu?” tanyanya berbisik. Pasalnya, ketika para dosen wanita yang sangat Airin kenal di café tadi, nampak sekali jika mereka semuanya menyukai Albima. Terlebih lagi dosen Marchella, sangat ketara sekali jika dirinya jatuh hati dan begitu genit kepada Albima. Seharusnya ia bersyukur, jika dosen-dosen wanita itu menyukai Albima, berarti ada alasan untuk membatalkan pernikahannya dengan Albima. Walaupun k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN