“Klik!” Albima menjentikkan jarinya di depan wajah Airin yang nampak melamun. “Eh..” Seketika, Airin pun tersentak lirih, dan nampak salah tingkah. “Apa yang kamu lakukan, huem? Kok, ditegur malah bengong? Apa sudah kamu beresin semua, apa yang saya katakan tadi?” tanya Albima sambil mengambil dua buah apron yang tergantung di samping lemari kithen. Netranya pun menyapu bersih, sisa-sisa paper bag yang sudah kosong, seraya membuka kulkas dan lemari kitchennya. Sudut bibirnya terangkat tipis, suka dengan pekerjaan Airin yang nampak tertata rapi. “Lumayan,” ucapnya sambil mengacungkan ibu jarinya di depan Airin, lalu mulai mengenakan apron yang ada di tangannya. Airin pun tersenyum terpaksa, sambil memutar bola matanya malas, saking menahan rasa kesalnya. Setelah memasangkan apron ke tu

